Daftar Lengkap Wuku Sepanjang 1997, Setidaknya Ketahuilah Kelahiran Anda Berwuku Apa

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi wuku yang berlangsung sepanjang 1997.
Ilustrasi wuku yang berlangsung sepanjang 1997.

Jawa Pos Radar Lawu - Kalender Jawa memiliki sistem penanggalan yang unik. Salah satu siklus yang masih digunakan hingga sekarang adalah Pawukon, yaitu siklus yang terdiri atas 30 wuku. Setiap wuku berlangsung selama tujuh hari dan akan berulang setiap 210 hari. Sehingga, dalam satu tahun Masehi beberapa wuku muncul dua kali.

Bagi masyarakat Jawa, wuku bukan sekadar penanda waktu. Setiap wuku memiliki simbol dan filosofi yang diwariskan turun-temurun melalui Primbon dan budaya lisan.

Pemaknaan wuku saat ini lebih banyak dipandang sebagai bagian dari warisan budaya. Padahal, orang-orang Jawa terdahulu memakai wuku untuk berbagai keperluan. Termasuk, penanda watak da karakter seseorang berdasarkan sistem tersebut. Hal semacam itu didasari dengan ilmu titen.

Daftar Wuku yang Berlangsung Sepanjang 1997

1997 Wuku
1–4 Januari Kuranthil (Kurantil)
5–11 Januari Tolu
12–18 Januari Gumbreg
19–25 Januari Wariga Alit (Wariga)
26 Januari–1 Februari Wariagung
2–8 Februari Julungwangi
9–15 Februari Sungsang
16–22 Februari Galungan
23 Februari–1 Maret Kuningan
2–8 Maret Langkir
9–15 Maret Mandasiya
16–22 Maret Julungpujut
23–29 Maret Pahang
30 Maret–5 April Kuruwelut
6–12 April Marakeh
13–19 April Tambir
20–26 April Medangkungan
27 April–3 Mei Maktal
4–10 Mei Wuye
11–17 Mei Manahil
18–24 Mei Prangbakat
25–31 Mei Bala
1–7 Juni Wugu
8–14 Juni Wayang
15–21 Juni Kulawu
22–28 Juni Dukut
29 Juni–5 Juli Watugunung
6–12 Juli Sinta
13–19 Juli Landep
20–26 Juli Wukir
27 Juli–2 Agustus Kurantil
3–9 Agustus Tolu
10–16 Agustus Gumbreg
17–23 Agustus Wariga
24–30 Agustus Warigagung
31 Agustus–6 September Julungwangi
7–13 September Sungsang
14–20 September Galungan
21–27 September Kuningan
28 September–4 Oktober Langkir
5–11 Oktober Mandasiya
12–18 Oktober Julungpujut
19–25 Oktober Pahang
26 Oktober–1 November Kuruwelut
2–8 November Marakeh
9–15 November Tambir
16–22 November Medangkungan
23–29 November Maktal
30 November–6 Desember Wuye
7–13 Desember Manahil
14–20 Desember Prangbakat
21–27 Desember Bala
28 Desember 1997–3 Januari 1998 Wugu

Di 1997, wuku diawali dengan Kurantil, yang merupakan kelanjutan dari siklus pada akhir tahun 1996. Selanjutnya, siklus Pawukon berjalan lengkap hingga kembali memasuki putaran berikutnya di paruh kedua tahun.

Karena satu siklus hanya berlangsung 210 hari, wuku seperti Tolu, Gumbreg, Wariga, hingga Bala kembali muncul untuk kedua kalinya sebelum tahun berakhir.

Bagi yang lahir di tahun tersebut, bisa dicek wuku yang dimiliki sesuai tanggal kelahiran masing-masing.

Baca Juga: Kamis Pon, Weton Jawa dengan Energi Positif-Negatif, Nilai Neptu 15

Makna Wuku dalam Tradisi Jawa

Merujuk falsafah Jawa, setiap wuku membawa nilai kehidupan yang berbeda. Ada yang melambangkan kebijaksanaan, kepemimpinan, ketekunan, keberanian, maupun keharmonisan.

Nilai-nilai tersebut tidak dimaksudkan sebagai ramalan, melainkan sebagai pengingat agar manusia selalu menjaga keseimbangan antara usaha, kebijaksanaan, hubungan dengan sesama, dan pengabdian kepada Tuhan.

Di era modern, wuku lebih tepat dipahami sebagai bagian dari identitas budaya Jawa yang memperlihatkan kekayaan sistem penanggalan Nusantara.

Melalui siklus Pawukon, masyarakat diajak memahami bahwa waktu terus berputar dan setiap fase kehidupan merupakan kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, serta menjalani hidup dengan lebih bijaksana. (den)

Editor : Deni Kurniawan
WUKU pawukon 1997 budaya jawa kelahiran