Daftar Wuku Sepanjang 1994 , Orang Jawa Kelahiran Tahun Tersebut Silakan Cek

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:22 WIB
Ilustrasi wuku Jawa yang berlangsung sepanjang 1994.
Ilustrasi wuku Jawa yang berlangsung sepanjang 1994.

Jawa Pos Radar Lawu - Bagi masyarakat Jawa, wuku bukan sekadar penanda waktu. Sejak dahulu, siklus ini digunakan sebagai bagian dari tradisi untuk mengenali hari kelahiran. Juga, untuk memahami filosofi kehidupan, hingga menjadi pertimbangan dalam berbagai kegiatan adat.

Meski demikian, pemaknaan terhadap wuku merupakan bagian dari warisan budaya dan tidak memiliki dasar ilmiah sebagai penentu nasib seseorang. Yang juga perlu digarisbawahi, pemaknaan itu juga muncul di masyarakat Jawa berdasarkan ilmu titen. Ya, serupa dengan tradisi Jawa yang lain seperti weton.

Kalender Jawa memiliki sistem penanggalan yang unik karena memadukan unsur kalender Saka, Hijriah, dan tradisi Jawa kuno. Salah satu siklus yang masih dikenal hingga kini adalah Pawukon, yakni siklus yang terdiri atas 30 wuku. Setiap wuku berlangsung selama tujuh hari dan akan berulang setiap 210 hari, sehingga dalam satu tahun Masehi beberapa wuku dapat muncul dua kali.

Daftar Wuku Selama Tahun 1994

Periode Tahun 1994 Wuku
1–7 Januari Wayang
8–14 Januari Kulawu
15–21 Januari Dukut
22–28 Januari Watugunung
29 Januari–4 Februari Sinta
5–11 Februari Landep
12–18 Februari Wukir
19–25 Februari Kurantil
26 Februari–4 Maret Tolu
5–11 Maret Gumbreg
12–18 Maret Wariga
19–25 Maret Warigagung
26 Maret–1 April Julungwangi
2–8 April Sungsang
9–15 April Galungan
16–22 April Kuningan
23–29 April Langkir
30 April–6 Mei Mandasiya
7–13 Mei Julungpujut
14–20 Mei Pahang
21–27 Mei Kuruwelut
28 Mei–3 Juni Marakeh
4–10 Juni Tambir
11–17 Juni Medangkungan
18–24 Juni Maktal
25 Juni–1 Juli Wuye
2–8 Juli Manahil
9–15 Juli Prangbakat
16–22 Juli Bala
23–29 Juli Wugu
30 Juli–5 Agustus Wayang
6–12 Agustus Kulawu
13–19 Agustus Dukut
20–26 Agustus Watugunung
27 Agustus–2 September Sinta
3–9 September Landep
10–16 September Wukir
17–23 September Kurantil
24–30 September Tolu
1–7 Oktober Gumbreg
8–14 Oktober Wariga
15–21 Oktober Warigagung
22–28 Oktober Julungwangi
29 Oktober–4 November Sungsang
5–11 November Galungan
12–18 November Kuningan
19–25 November Langkir
26 November–2 Desember Mandasiya
3–9 Desember Julungpujut
10–16 Desember Pahang
17–23 Desember Kuruwelut
24–30 Desember Marakeh
31 Desember 1994–6 Januari 1995 Tambir

Baca Juga: Weton Senin Kliwon: Obah Mamah Meneng Keluwen, Ilmu Titen Jawa dengan Enam Anjuran Hal Baik untuk Dilakukan

Siklus Pawukon Sepanjang 1994

Pada 1994 diawali dengan Wuku Wayang dan diakhiri dengan Wuku Tambir. Selama satu tahun, seluruh siklus Pawukon terus berputar sehingga beberapa wuku muncul sebanyak dua kali. Hal ini merupakan karakteristik sistem Pawukon yang tidak mengikuti pergantian tahun Masehi, melainkan berjalan terus dalam siklus 210 hari.

Karena setiap wuku hanya berlangsung selama tujuh hari, mengetahui tahun kelahiran saja belum cukup untuk menentukan wuku seseorang. Diperlukan tanggal, bulan, dan tahun lahir secara lengkap agar dapat diketahui posisi wuku secara tepat.

Makna Wuku dalam Tradisi Jawa

Dalam khazanah budaya Jawa, setiap wuku memiliki cerita, simbol, dan nilai filosofis yang berbeda-beda. Sebagian dikaitkan dengan tokoh pewayangan, sebagian lagi menjadi pengingat tentang pentingnya ketekunan, kebijaksanaan, keberanian, maupun keharmonisan dalam menjalani kehidupan.

Kini, masyarakat lebih banyak memandang wuku sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal. Nilai utamanya bukan untuk meramalkan masa depan, melainkan sebagai pengingat bahwa kehidupan selalu bergerak dalam siklus.

Setiap putaran waktu menjadi kesempatan untuk belajar dari pengalaman, memperbaiki diri, serta menjaga keseimbangan antara hubungan dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta. (den)

Editor : Deni Kurniawan
WUKU weton kelahiran jawa 1994