Jawa Pos Radar Lawu - Merujuk penanggalan Jawa, weton hari ini (26 Juli 2026) adalah Kamis Legi. Terkait hal itu, ada beragam hal istimewa dalam weton tersebut sesuai Primbon Jawa. Perlu dipahami, neptu Kamis Legi adalah 13. Sebab, Kamis bernilai delapan (8) dan Legi lima (5).
Dalam berbagai naskah primbon, Kamis Legi sering dikaitkan dengan sifat yang seimbang antara kebijaksanaan dan kelembutan. Dalam budaya Jawa sering dihubungkan dengan ilmu, kebijaksanaan, dan kematangan berpikir. Sementara Legi melambangkan kemanisan, keharmonisan, dan kemudahan dalam menjalin hubungan.
Karenanya, Kamis Legi dianggap sebagai waktu yang baik untuk beberapa hal positif. Seperti, berdamai dengan orang lain, mempererat silaturahmi, memulai kerja sama, hingga menyelesaikan perselisihan.
Apa yang Dianjurkan Dilakukan Menurut Tradisi Primbon?
Yang pertama, dianjurkan memperbanyak bersedekah saat Kamis Legi. Memberikan makanan, membantu tetangga, atau berbagi kepada orang yang membutuhkan dipandang sebagai cara membuka jalan rezeki. Nilai utamanya adalah menumbuhkan kepedulian dan rasa syukur.
Kedua, meminta restu kepada orang tua. Terkait hajat apapun yang hendak dilakukan. Dalam budaya Jawa, restu dari orang tua diyakini membawa ketenteraman batin dan menjadi awal yang baik sebelum memulai pekerjaan penting.
Ketiga, membersihkan rumah maupun tempat usaha. Tradisi ini tidak hanya bermakna membersihkan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol menyingkirkan hal-hal yang menghambat dan menyiapkan ruang untuk hal-hal baru.
Keempat, hal yang dianjuran saat Kamis Legi adalah menanam atau merawat tanaman. Dalam filosofi Jawa, merawat tanaman melambangkan merawat kehidupan. Ini menjadi simbol bahwa hasil yang baik diperoleh melalui kesabaran dan ketekunan.
Adakah Laku Tirakat Khusus untuk Mendapat Keberuntungan?
Sebagian aliran primbon mengenal berbagai ritual atau tirakat tertentu. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa ritual tersebut dapat mendatangkan keberuntungan.
Jika mengambil nilai filosofisnya, laku yang paling sering ditekankan justru sederhana. Yakni, berkata jujur, bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga ucapan, dan menghormati orang tua. Pun, memperbanyak sedekah serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Dalam pandangan budaya Jawa, keberuntungan (bejo) bukan sekadar hadiah. Melainkan, buah dari perilaku yang baik, ketekunan, dan keharmonisan dengan lingkungan.
Baca Juga: Mengenal Weton, Budaya Nusantara yang Tetap Ada hingga Sekarang
Filosofi Weton Kamis Legi
Ada pepatah Jawa yang sejalan dengan semangat weton ini, Sapa nandur bakal ngundhuh. Artinya, siapa yang menanam kebaikan akan memetik hasilnya.
Bagi banyak orang Jawa, pesan inilah inti dari Kamis Legi: keberuntungan tidak dicari melalui jalan pintas, melainkan dibangun sedikit demi sedikit lewat ilmu, kerja keras, hubungan yang baik, dan doa. (den)
Editor : Deni Kurniawan