Jawa Pos Radar Lawu - Pasuruan bukan hanya terkenal karena panorama alamnya yang memukau, tetapi juga legenda dan kisah mistis yang menyelimuti beberapa destinasi wisatanya. Salah satunya adalah Air Terjun Kakek Bodo di kawasan Tretes, Prigen. Dengan aliran air setinggi 40 meter, tempat ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga kisah legenda dan pantangan yang membuat banyak pengunjung penasaran.
“Suasananya tenang dan menenangkan, tapi tetap terasa berbeda. Ada rasa hormat yang harus kita jaga ketika berada di sini,” kata Rina, wisatawan asal Surabaya, sambil menatap air terjun dari tebing samping".
Asal Usul dan Legenda Kakek Bodo
Nama “Kakek Bodo” berasal dari seorang pertapa tua yang pernah hidup sederhana di sekitar air terjun. Konon, sang kakek dikenal bijaksana, namun menolak kemewahan dunia, dan memilih menghabiskan hidupnya untuk bertapa di tebing dekat air terjun.
Masyarakat desa percaya bahwa sang kakek memiliki kemampuan supranatural dan dapat berkomunikasi dengan alam. Konon, ia sering menasihati warga atau memberi peringatan melalui tanda-tanda alam, seperti angin kencang atau kabut tebal di sekitar air terjun. Kisah ini membuat air terjun tidak hanya dianggap tempat wisata, tapi juga lokasi sakral yang patut dihormati.
Mitos dan Pantangan yang Ada
Sejumlah mitos beredar di kalangan warga dan pengunjung lama:
- Air terjun sebagai tempat sakral: Dahulu digunakan untuk meditasi. Pengunjung yang datang dengan niat buruk diyakini akan mendapat “peringatan” alam.
- Roh penjaga alam: Hewan dan tumbuhan di sekitar dipercaya dilindungi roh kakek pertapa. Merusak alam bisa mendatangkan kesialan.
Pantangan yang harus diperhatikan pengunjung:
- Jangan berteriak atau membuat gaduh di area air terjun.
- Hindari merusak atau mengambil tumbuhan, batu, atau benda alam lainnya.
- Tidak mandi di area sakral tertentu.
- Hormati pengunjung lain dan masyarakat lokal.
- Dengan mengikuti pantangan ini, wisatawan tidak hanya menjaga keamanan dan kenyamanan, tetapi juga menghormati warisan budaya lokal.
Keindahan Alam Tetap Jadi Daya Tarik
Meski penuh cerita mistis, Air Terjun Kakek Bodo tetap menjadi destinasi wisata alam favorit. Suara gemuruh air, tebing alami, pepohonan hijau, dan udara sejuk menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di perkotaan.
Pengunjung dapat menikmati trekking ringan menuju air terjun sambil menikmati spot foto instagramable, seperti di bawah air terjun, tebing samping, atau gazebo di tengah pepohonan.
“Awalnya datang karena ingin foto-foto, tapi setelah tahu legenda dan pantangan, rasanya lebih menghargai alam dan cerita lokalnya,” ujar Bayu, wisatawan dari Malang.
Wisata Alam yang Menyatu dengan Budaya
Air Terjun Kakek Bodo bukan sekadar wisata alam, melainkan kombinasi keindahan alam, legenda, dan nilai budaya yang unik. Dengan menghormati mitos dan pantangan setempat, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman wisata yang menyenangkan sekaligus bermakna, menjadikan kunjungan ke Pasuruan lebih istimewa dan berkesan.(ahyar-mg-uinpo)
Editor : Nur Wachid