Jawa Pos Radar Lawu - Pada 6 Desember 2024, unit black metal asal Jakarta, Avhath, bersama proyek eksperimental asal Bandung, Kuntari, merilis album kolaboratif bertajuk Ephemeral Passage.
Album ini pertama kali hadir secara digital, sebelum kemudian tersedia dalam format CD melalui Grimloc Records dan Lawless Jakarta Records, lengkap dengan packaging akrilik silkscreen dan booklet mini bergaya buku saku.
Kolaborasi ini menjadi salah satu momen penting dalam skena musik keras Indonesia, mempertemukan dua dunia yang jarang bersinggungan: metal ekstrem dan eksperimentasi sonik.
Avhath dikenal dengan riff agresif dan atmosfer gelap khas black metal, sementara Kuntari mengusung pendekatan musik berbasis improvisasi, tekstur, dan suara yang tak lazim.
Sebagaimana dikutip dari laporan perilisan, “Avhath satukan lanskap suara bersama Kuntari lewat album Ephemeral Passage” yang menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar album metal biasa, melainkan eksperimen lintas genre yang membangun narasi eksistensial.
Produksi album ditangani oleh Lafa Pratomo, yang berperan menjaga keseimbangan antara dua gaya musikal yang kontras namun saling melengkapi.
Album berdurasi 28 menit ini berisi enam lagu, yaitu:
-
Commencement
-
A Threnody
-
to my disquiet
-
Entr’acte
-
TRAVERSAL
-
liminal end
Beberapa lagu instrumental seperti Commencement dan Entr’acte berfungsi sebagai momen reflektif sekaligus jembatan menuju bagian-bagian yang lebih agresif.
Entr’acte, misalnya, digambarkan sebagai “prelude menuju dua track berikutnya” yang menampilkan nuansa hurdy-gurdy dan atmosfer yang perlahan berubah.
Secara musikal, Ephemeral Passage menggabungkan riff metal yang intens dari Avhath dengan perkusif tribal dan suara eksperimental khas Kuntari, membentuk soundscape atmosferik yang membungkus lirik eksistensialis.
Ketika “cahaya” akhirnya muncul di ujung perjalanan, ia justru menghadirkan kebingungan.
Seolah menegaskan bahwa pencarian makna dan penebusan tidak selalu berakhir pada jawaban yang memuaskan.
Dengan konsep tersebut, Ephemeral Passage menjadi pernyataan artistik Avhath dan Kuntari tentang bagaimana musik keras bisa melampaui batas genre dan menjadi ruang eksplorasi spiritual sekaligus filosofis.
Album ini menandai langkah penting bagi keduanya sebagai aktor utama skena underground yang berani mendorong batas-batas musikal dan konseptual. (fin)
Editor : AA Arsyadani