Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

5 Cara Mempercepat Datangnya Jodoh Menurut Primbon Jawa: Tirakat, Sedekah, dan Aura Pengasihan yang Membuka Hati Pasangan

Rimba Febriani • Kamis, 11 September 2025 | 15:15 WIB

 

 

 

   Primbon Jawa: 5 cara memperlancar jodoh, mulai dari tirakat hingga sedekah, agar pasangan sejati cepat datang.
  Primbon Jawa: 5 cara memperlancar jodoh, mulai dari tirakat hingga sedekah, agar pasangan sejati cepat datang.

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam falsafah Jawa, jodoh sudah digariskan, namun waktunya bisa berbeda bagi tiap orang.

Ada yang cepat bertemu pasangan, ada pula yang harus menunggu lama.

Meski begitu, primbon Jawa mengajarkan bahwa manusia bisa berusaha mempercepat datangnya jodoh melalui sikap, laku, dan tirakat tertentu.

Berikut lima cara yang diyakini dapat memperlancar urusan asmara menurut primbon Jawa:

1. Menjaga Lisan dan Perilaku

Pepatah Jawa mengatakan: “ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana”. Artinya, harga diri seseorang terletak pada ucapannya dan sikapnya. Orang yang tutur katanya halus, sabar, dan tidak mudah marah lebih mudah disenangi orang lain, sehingga jalan jodoh pun terbuka lebar.

2. Tirakat Puasa Mutih

Puasa mutih, yaitu hanya makan nasi putih dan minum air putih, dipercaya membersihkan batin dan menetralkan energi negatif. Laku ini bisa membuka aura diri, membuat pemiliknya lebih mudah menarik simpati dan mendapatkan pasangan.

3. Rajin Sedekah

Sedekah dianggap sebagai pelancar rezeki sekaligus pelancar jodoh. Orang yang suka memberi dengan ikhlas seringkali mengalami kemudahan dalam segala urusan, termasuk asmara. Banyak kisah menyebutkan bahwa setelah bersedekah, jodoh datang dengan cara tak terduga.

4. Menyimpan Bunga atau Mustika Tertentu

Beberapa bunga, seperti mawar merah atau melati, dipercaya membawa aura pengasihan. Ada pula yang menggunakan mustika atau pusaka kecil untuk menambah daya tarik. Meski demikian, semua ini dianggap sebagai perantara, karena yang menentukan tetaplah Tuhan.

5. Memperbanyak Doa dan Ruwatan

Ruwatan adalah tradisi Jawa untuk membuang kesialan dan membuka jalan baru. Bagi mereka yang merasa sulit jodoh, melakukan ruwatan sederhana atau memperbanyak doa khusus diyakini bisa memperlancar jalan asmara.

Menurut primbon Jawa, jodoh memang soal takdir, tetapi usaha tetap diperlukan.

Dengan menjaga sikap, membersihkan batin melalui tirakat, serta memperbanyak doa, jalan menuju pasangan sejati akan lebih cepat terbuka.

Pepatah Jawa mengingatkan: “Jer basuki mawa bea”, segala keberhasilan membutuhkan usaha dan pengorbanan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Primbon Jawa #puasa weton #weton jodoh terbaik #weton jodoh