Jawa Pos Radar Lawu - Gerhana bulan selalu menjadi salah satu fenomena langit yang berhasil menyedot perhatian manusia sejak zaman kuno hingga era modern.
Secara ilmiah, peristiwa ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga cahaya matahari yang seharusnya menerangi bulan terhalang oleh bumi.
Akibatnya, bulan tampak redup bahkan berubah menjadi kemerahan berupa fenomena yang dikenal sebagai blood moon.
Namun, di balik penjelasan sains tersebut, gerhana bulan sarat dengan mitos, legenda, serta tafsir spiritual yang diwariskan turun-temurun.
Hampir setiap budaya memiliki cara sendiri dalam memahami fenomena ini, termasuk masyarakat Indonesia yang menafsirkannya lewat Primbon Jawa.
Mitos Gerhana Bulan di Berbagai Budaya
-
Mesir Kuno
Gerhana dianggap sebagai pertarungan antara Dewa Set (simbol kekacauan) melawan Dewa Horus (simbol kebaikan). Peristiwa ini dipandang sebagai peperangan kosmik yang bisa memengaruhi kehidupan manusia. -
China
Masyarakat Tiongkok kuno percaya bahwa naga raksasa sedang mencoba menelan bulan saat gerhana. Untuk “menyelamatkan bulan”, mereka membuat suara keras, termasuk menyalakan petasan. -
Suku Maya
Gerhana bulan dianggap sebagai momen sakral. Ritual pemujaan dewi bulan dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon perlindungan. -
Indonesia
Di berbagai daerah, mitos berbeda-beda. Ada yang menganggap gerhana sebagai pertanda buruk, sehingga disarankan tidak melakukan aktivitas penting. Ada pula yang meyakini gerhana sebagai waktu terbaik untuk introspeksi, berdoa, dan meditasi karena energi alam diyakini sedang sangat kuat.
Tafsir Gerhana Bulan Menurut Primbon Jawa
Dalam tradisi Jawa, Primbon memandang gerhana bulan bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan simbol perubahan besar dalam kehidupan.
-
Pertanda Perubahan
Gerhana bulan diyakini sebagai tanda adanya pergeseran nasib, baik secara pribadi maupun kolektif. -
Energi Alam Menguat
Saat bulan tertutup bayangan bumi, energi alam dianggap semakin kuat dan berpengaruh pada kondisi spiritual manusia. -
Komunikasi Spiritual
Para spiritualis atau dukun sering memanfaatkan momen gerhana untuk berkomunikasi dengan roh leluhur atau entitas gaib demi mencari petunjuk masa depan. -
Saran dari Primbon
Dianjurkan berpuasa, menghindari aktivitas tertentu, berdoa, meditasi, serta menjadikan momen gerhana sebagai kesempatan introspeksi diri.
Antara Sains dan Mitos
Meski sains telah memberi penjelasan logis mengenai gerhana bulan, kepercayaan dan mitos tetap menjadi bagian dari warisan budaya.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana manusia sejak dulu berusaha memahami tanda-tanda alam sesuai keyakinannya.
Bagi sebagian orang, gerhana bulan hanyalah pemandangan indah di langit malam.
Namun bagi yang lain, gerhana adalah momen spiritual yang penuh makna dan refleksi kehidupan. (fin)
Editor : AA Arsyadani