Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengungkap Arti Mitos Gerhana Bulan: Antara Sains Modern, Primbon Jawa, dan Kepercayaan Kuno yang Masih Hidup di Masyarakat

Sukma Maharani Putri • Senin, 8 September 2025 | 23:22 WIB

 

Ilustrasi gerhana matahari total.
Ilustrasi gerhana matahari total.

Jawa Pos Radar Lawu - Gerhana bulan selalu menjadi salah satu fenomena langit yang berhasil menyedot perhatian manusia sejak zaman kuno hingga era modern.

Secara ilmiah, peristiwa ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga cahaya matahari yang seharusnya menerangi bulan terhalang oleh bumi.

Akibatnya, bulan tampak redup bahkan berubah menjadi kemerahan berupa fenomena yang dikenal sebagai blood moon.

Namun, di balik penjelasan sains tersebut, gerhana bulan sarat dengan mitos, legenda, serta tafsir spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Hampir setiap budaya memiliki cara sendiri dalam memahami fenomena ini, termasuk masyarakat Indonesia yang menafsirkannya lewat Primbon Jawa.

Mitos Gerhana Bulan di Berbagai Budaya

Baca Juga: 5 Zodiak Paling Hoki saat Gerhana Bulan Merah September 2025: Libra hingga Pisces Diprediksi Banjir Keberuntungan

Tafsir Gerhana Bulan Menurut Primbon Jawa

Dalam tradisi Jawa, Primbon memandang gerhana bulan bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan simbol perubahan besar dalam kehidupan.

Antara Sains dan Mitos

Meski sains telah memberi penjelasan logis mengenai gerhana bulan, kepercayaan dan mitos tetap menjadi bagian dari warisan budaya.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana manusia sejak dulu berusaha memahami tanda-tanda alam sesuai keyakinannya.

Bagi sebagian orang, gerhana bulan hanyalah pemandangan indah di langit malam.

Namun bagi yang lain, gerhana adalah momen spiritual yang penuh makna dan refleksi kehidupan. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#gerhana bulan merah darah #mesir kuno #gerhana bulan #full moon