Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kisah Haru Bung Karno Melepas Seluruh Atribut Pangkat Kenegaraan dan Merangkak di Depan Makam Nabi Muhammad SAW

AA Arsyadani • Jumat, 5 September 2025 | 21:11 WIB
Kisah haru Bung Karno saat menunaikan haji 1955, Sang Proklamator melepas pangkatnya ketika berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.
Kisah haru Bung Karno saat menunaikan haji 1955, Sang Proklamator melepas pangkatnya ketika berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Jawa Pos Radar Lawu - Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dikenal sebagai sosok pemimpin kharismatik yang sarat cerita unik dan inspiratif.

Dari awal menjabat pada 18 Agustus 1945 hingga lengser 2 Maret 1967, Bung Karno selalu meninggalkan kisah menarik, termasuk perjalanan spiritualnya ketika menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 1955.

Salah satu momen bersejarah terjadi saat Bung Karno berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Kisah ini diceritakan oleh Sayyid Husein Muthahar, komponis lagu perjuangan Hari Merdeka (17 Agustus Tahun 45), Syukur, dan Hymne Pramuka, yang turut serta dalam rombongan haji Bung Karno.

Muthahar menuturkan, saat berjalan bersama Raja Saud bin Abdul Aziz, Bung Karno bertanya,

“Dimana makamnya Rasulullah SAW wahai raja?”

Sang Raja menjawab,

“Oh itu makam Rasulullah SAW sudah terlihat dari sini.”

Mendengar jawaban itu, Bung Karno langsung melepaskan atribut pangkat kenegaraannya.

Raja Saudi heran dan bertanya,

“Kenapa Anda melepaskan itu semua?”

Bung Karno dengan tegas menjawab,

“Yang ada di sana itu Rasulullah SAW, pangkatnya jauh lebih tinggi dari kita, aku dan dirimu!”

Usai berkata demikian, Bung Karno merangkak menghampiri makam Nabi Muhammad SAW dengan penuh takzim.

Bung Karno pun larut dalam doa dan tak kuasa menahan tangis di depan makam Rasulullah.

Dr Soeharto, dokter pribadi Bung Karno yang ikut serta dalam rombongan, mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa menyaksikan peristiwa langka tersebut.

“Tidak seperti kebanyakan jemaah haji yang lain, Bung Karno dan rombongan diperkenankan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di areal Masjid Nabawi,” tutur Dr Soeharto. 

Bung Karno juga berpesan kepada Dr Soeharto dan rombongannya sebelum meninggalkan Saudi.

“To… kamu hendaknya jangan mempergunakan predikat haji, sebelum kamu betul-betul dapat mendirikan (tidak sekadar menjalankan) salat secara tertib sebagaimana yang diperintahkan,” pesan Bung Karno.

Raja Saudi pun terpesona dan memberi penghormatan besar.

Ia menghadiahkan mobil Chrysler Crown Imperial yang dipakai Bung Karno selama berada di Arab Saudi.

Bung Karno lalu mengundang Raja Saudi untuk berkunjung ke Indonesia, sebuah undangan yang kelak mempererat hubungan kedua negara. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#nabi muhammad #Maulid Nabi Muhamad SAW #Makam Nabi Muhammad di Madinah #bung karno #Raja Saud bin Abdul Aziz