Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

5 Dampak Buruk Silent Treatment dalam Rumah Tangga yang Bisa Menghancurkan Mahligai Pernikahan

Sukma Maharani Putri • Kamis, 17 Juli 2025 | 13:00 WIB
Kenali 5 dampak buruk silent treatment yang bisa jadi awal dari kehancuran rumah tangga.
Kenali 5 dampak buruk silent treatment yang bisa jadi awal dari kehancuran rumah tangga.

Jawa Pos Radar Lawu - Pernahkah kamu atau pasanganmu saling mendiamkan saat bertengkar? Hati-hati, kebiasaan ini dikenal sebagai silent treatment dan bisa berdampak buruk bagi hubungan rumah tangga, lho!

Silent treatment adalah perilaku saat seseorang memilih untuk tidak berbicara, menghindari kontak mata, atau bahkan mengacuhkan pasangannya dalam waktu lama. Meskipun terlihat sepele, jika terus dibiarkan, hal ini bisa menjadi pemicu keretakan hubungan hingga KDRT.

Yuk, kenali apa saja dampak berbahaya dari silent treatment agar kamu dan pasangan bisa menghindarinya sejak dini!

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Sedang Berhadapan dengan Soft Spoken Manipulator: Manis di Mulut, Sutradara di Balik Layar

1. Menyebabkan Trauma Emosional

Diperlakukan seolah tidak ada, tentu menyakitkan. Korban silent treatment bisa mengalami:

Trauma emosional ini bisa membuat pasangan merasa sendirian meski berada dalam satu atap. Akibatnya, hubungan kehilangan rasa cinta dan penghargaan satu sama lain.

2. Picu Penyakit Fisik Serius

Tahukah kamu, otak kita merespons pengabaian seperti rasa sakit fisik?
Organ yang bernama korteks cingulate anterior akan aktif saat seseorang merasa diabaikan. Gejala fisik yang muncul bisa berupa:

Dalam jangka panjang, ini bisa berkembang menjadi gangguan kesehatan berat seperti hipertensi, gangguan jantung, bahkan kanker.

3. Memicu Perubahan Perilaku Pasangan

Korban silent treatment biasanya akan terus bertanya:

Lama-lama, hal ini membuatnya meragukan diri sendiri, mulai mengubah kepribadiannya, bahkan bisa bersikap tidak autentik demi menyenangkan pasangan. Ini jelas tidak sehat dan bisa membuat pasangan kehilangan jati dirinya.

Baca Juga: 3 Zodiak Ini Paling Rentan Drama dan Konflik di Bulan Juli 2025: Perasaan Terlalu Dalam, Cemburu Berlebihan!

4. Masalah Tak Pernah Selesai

Alih-alih menyelesaikan konflik lewat komunikasi, silent treatment justru menciptakan lingkaran setan masalah yang tidak berujung.
Keduanya sibuk menyalahkan, menunggu minta maaf, tanpa pernah mengurai akar persoalan yang sebenarnya.

Padahal, komunikasi terbuka dan sehat adalah kunci utama dalam menyelesaikan konflik rumah tangga.

5. Menghancurkan Pernikahan Secara Perlahan

Silent treatment bukan sekadar “ngambek.” Jika berlangsung terus-menerus:

Banyak rumah tangga hancur bukan karena masalah besar, tetapi karena tidak bisa saling bicara dengan jujur dan terbuka.

Hindari Silent Treatment, Bangun Komunikasi Sehat

Diam bukan selalu emas, terutama dalam pernikahan. Jika kamu sedang marah atau kecewa, cobalah mengungkapkannya secara sehat dan terbuka. Komunikasi yang baik bisa menyelamatkan hubungan, bahkan dari konflik yang paling rumit sekalipun.

Bicaralah, bukan mendiamkan. Dengarkan, bukan menghindar.

Kalau kamu merasa silent treatment jadi pola yang terus berulang di rumah tangga, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti konselor pernikahan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#kdrt #suami isteri #relationship #Silent treatment