Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Anak dan Orang Tua Punya Weton Sama Bisa Bikin Rezeki Tertukar, Mitos atau Fakta?

Rimba Febriani • Kamis, 19 Juni 2025 | 01:42 WIB
Weton anak dan orang tua sama? Yuk, kenali maknanya agar tak salah paham budaya sendiri.
Weton anak dan orang tua sama? Yuk, kenali maknanya agar tak salah paham budaya sendiri.

 

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam kehidupan masyarakat Jawa, weton masih menjadi bagian penting dalam menentukan hari baik dan buruk.

Tak hanya untuk pernikahan atau pindah rumah, bahkan kelahiran anak pun sering kali dihitung wetonnya.

Weton sendiri merupakan perpaduan antara hari kalender Masehi (Senin–Minggu) dan lima pasaran Jawa (Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage).

Kombinasi ini dipercaya menentukan karakter, nasib, hingga kecocokan seseorang dengan anggota keluarga lainnya.

Kepercayaan Weton Anak dan Orang Tua Sama: Benarkah Bisa Membawa Sial?

Salah satu mitos yang masih berkembang adalah keyakinan bahwa anak dan orang tua tidak boleh memiliki weton yang sama.

Katanya, kalau wetonnya sama bisa menyebabkan:

Namun, ini tentu bukan hukum mutlak.

Banyak keluarga modern yang hidup harmonis meskipun weton anak dan orang tuanya sama.

Pola asuh, komunikasi, dan nilai kekeluargaan jauh lebih menentukan keharmonisan dibanding sekadar perhitungan weton.

Tradisi “Buang Bayi” dalam Budaya Jawa: Bukan Harfiah, tapi Simbolik

Pernah dengar istilah “buang bayi” karena weton? Jangan salah paham dulu!

Dalam budaya Jawa, istilah ini bukan berarti benar-benar membuang anak, tapi merupakan ritual simbolik untuk mengalihkan beban spiritual anak yang dianggap "berat".

Biasanya dilakukan dengan cara:

Intinya, tradisi ini adalah bentuk usaha spiritual agar anak tidak mengalami nasib buruk berdasarkan kepercayaan terhadap hitungan weton.

Baca Juga: Weton Paling Hoki di Bulan Suro 2025, Cek Apakah Hari Lahir Kamu Tercatat Paling Beruntung?

Zaman Sudah Berubah, Tradisi Harus Disikapi dengan Bijaksana

Di era sekarang, tradisi seperti ini tidak lagi dijadikan satu-satunya acuan. Banyak keluarga lebih memilih fokus pada:

Tradisi tetap penting sebagai bagian dari budaya, asal tidak membatasi logika dan pilihan hidup.

Kita bisa menghormatinya tanpa harus mempercayainya secara buta.

Antara Mitos, Warisan Leluhur, dan Kearifan Modern

Weton bukan sekadar angka atau hari lahir, tapi juga warisan filosofis yang mengajarkan kehati-hatian, introspeksi, dan perencanaan hidup.

Namun, kita harus ingat bahwa nasib dan masa depan tidak ditentukan hanya dari weton.

Menjadi bijak dalam menyikapi tradisi berarti menghargai akar budaya tanpa kehilangan akal sehat. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Primbon Jawa #weton jawa #local wisdom #Kepercayaan Lokal #mitos dan fakta