Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mitos atau Fakta? Menikah di Bulan Suro Dianggap Pamali, Simak Penjelasannya!

Rimba Febriani • Selasa, 17 Juni 2025 | 18:45 WIB
Benarkan menikah di Bulan Suro itu menjadi pantangan yang harus dihindari? Yuk temukan fakta spiritual di balik larangan ini.
Benarkan menikah di Bulan Suro itu menjadi pantangan yang harus dihindari? Yuk temukan fakta spiritual di balik larangan ini.

Jawa Pos Radar Lawu - Di kalangan masyarakat Jawa, bulan Suro dikenal sebagai waktu penuh energi spiritual dan kesakralan.

Tak sedikit yang meyakini bahwa menikah di bulan ini bisa membawa kesialan.

Akibatnya, banyak pasangan sengaja menunda pernikahan hanya karena tanggalnya bertepatan dengan bulan Suro.

Tapi, benarkah larangan ini punya dasar kuat? Atau hanya mitos warisan leluhur yang tak lagi relevan?

1. Asal Usul Larangan: Tradisi, Bukan Ajaran Agama

Larangan menikah di bulan Suro tidak ditemukan dalam ajaran agama manapun.

Ini murni tradisi Jawa yang menganggap bulan Suro (yang bertepatan dengan Muharram dalam kalender Hijriah) sebagai waktu untuk:

Karena sifatnya sakral dan sunyi, pesta pernikahan dianggap tidak selaras dengan suasana batin bulan Suro.

2. Filosofi Jawa: Hindari Kemeriahan di Bulan Sakral

Pernikahan identik dengan perayaan, hiburan, dan sorak-sorai. Sementara bulan Suro dimaknai sebagai masa kontemplasi.

Maka banyak orang tua Jawa percaya bahwa menikah di bulan ini bisa:

Baca Juga: Hati-Hati! 5 Weton Ini Rawan Sial di Bulan Suro, Rentan Gangguan Energi Negatif

3. Energi Gaib: Terlalu Kuat untuk Awal Pernikahan?

Beberapa kepercayaan menyebut bahwa energi bulan Suro sangat tinggi dan tidak cocok untuk acara bahagia seperti pernikahan.

Efeknya bisa berupa:

Namun ini semua tergolong keyakinan secara metafisis, tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Baca Juga: Begini Cara Tirakat Malam 1 Suro Berdasarkan Weton agar Hidup Semakin Jelas dan Terarah!

4. Fakta di Lapangan: Banyak yang Tetap Menikah dan Bahagia

Meski banyak yang masih percaya, faktanya:

Bahkan banyak tokoh agama menyebut larangan ini sebagai bentuk tahayul yang tidak perlu diikuti.

5. Menikah di Bulan Suro: Boleh, Asal Siap Mental dan Sosial

Kalau kamu berencana menikah di bulan Suro, tidak masalah. Tapi tetap pertimbangkan:

Pada akhirnya, kesuksesan rumah tangga ditentukan oleh komitmen, komunikasi, dan rasa saling menghormati.

Larangan menikah di bulan Suro lebih tepat disebut sebagai spirit budaya, bukan fakta agama.

Jauh lebih penting bukan sekadar kapan menikah, tapi bagaimana menjalani pernikahan itu setelahnya. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#1 Suro 2025 #mitos atau fakta #Pantangan malam 1 suro #pernikahan Jawa