Jawa Pos Radar Lawu - Bulan Suro atau Muharram dalam kalender Hijriah bukan sekadar awal tahun bagi masyarakat Jawa.
Bulan ini diyakini menyimpan energi spiritual tinggi, yang membuat banyak orang lebih berhati-hati dalam bertindak.
Dalam kepercayaan Jawa, beberapa weton (gabungan hari dan pasaran kelahiran) dipercaya lebih sensitif terhadap gangguan energi negatif selama bulan ini.
Nah, kalau kamu termasuk dalam daftar weton berikut.
Yuk simak baik-baik agar bisa lebih waspada tanpa perlu panik!
1. Selasa Kliwon
Weton ini dikenal memiliki ikatan kuat dengan alam gaib.
Saat bulan Suro, kekuatan Selasa Kliwon diyakini bisa "berbenturan" dengan energi halus yang berkeliaran.
Saran: Kurangi aktivitas malam hari, hindari tempat angker, dan perbanyak doa atau tirakat untuk menetralkan energi sekitar.
2. Jumat Legi
Biasanya dikenal sebagai weton penuh pesona dan hoki.
Namun di bulan Suro, aura terang Jumat Legi justru dipercaya menarik perhatian energi negatif.
Saran: Jaga emosi, hindari konflik, dan jangan bepergian jauh terutama saat malam 1 Suro dan malam Jumat Kliwon.
3. Rabu Pon
Pemilik weton ini punya karakter teguh, tapi justru cenderung rentan mengalami tekanan batin saat bulan Suro.
Mimpi buruk atau kecemasan sering muncul.
Saran: Hindari keputusan besar, tenangkan diri dengan meditasi atau amalan wirid harian.
4. Sabtu Wage
Sering disebut “weton berat”, pemiliknya diyakini sering diuji oleh kehidupan.
Di bulan Suro, kewaspadaan terhadap kesehatan dan keselamatan sangat penting.
Saran: Lakukan mandi kembang atau ritual nyadran sebagai bentuk perlindungan diri.
5. Senin Pahing
Pemilik weton ini biasanya punya sisi spiritual yang kuat.
Tapi selama bulan Suro, mereka cenderung lebih sensitif terhadap gangguan halus.
Saran: Lakukan tirakat, perbanyak zikir, dan jaga ketenangan batin dengan menghindari tempat sepi di malam hari.
Tips Menangkal Energi Negatif di Bulan Suro
Kalau kamu merasa “kurang enak hati” selama bulan Suro, berikut beberapa laku yang bisa dilakukan:
-
Puasa mutih (hanya nasi putih dan air putih selama 1–3 hari)
-
Ruwatan ringan seperti mandi kembang atau bakar kemenyan di malam 1 Suro
-
Zikir & doa keselamatan, terutama saat malam Jumat
-
Hindari kegiatan besar seperti pernikahan atau pindah rumah
-
Jauhi tempat sepi atau angker, terutama untuk weton yang sensitif
Menghormati Tradisi, Menjaga Keseimbangan
Percaya atau tidak percaya, kepercayaan terhadap weton dan bulan Suro merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai pengingat agar kita selalu mawas diri, menjaga sikap, dan hidup selaras dengan alam.
Jadi, kalau kamu punya weton yang termasuk dalam daftar tadi, tetap tenang.
Yang penting waspada, banyak berdoa, dan jangan lupa jaga pikiran tetap positif. (fin)
Editor : AA Arsyadani