Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Saatnya Menyelaraskan Diri dengan Energi Spiritual Leluhur: Merayakan Tradisi Hari Suro Berdasarkan Weton

Rimba Febriani • Sabtu, 14 Juni 2025 | 00:47 WIB
Tradisi Hari Suro menurut weton kelahiran jadi sarana spiritual orang Jawa menyucikan diri, membuka rezeki, dan menjaga keseimbangan hidup.
Tradisi Hari Suro menurut weton kelahiran jadi sarana spiritual orang Jawa menyucikan diri, membuka rezeki, dan menjaga keseimbangan hidup.

Jawa Pos Radar Madiun – Dalam budaya Jawa, Hari Suro bukan sekadar pergantian tahun.

Tanggal 1 Suro—yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah—dipandang sebagai hari keramat yang penuh makna spiritual.

Banyak orang Jawa menyambut momen ini dengan ritual khusus berdasarkan weton kelahiran, yang dipercaya membawa pengaruh besar terhadap nasib dan keseimbangan hidup seseorang.

Baca Juga: Aplikasi Investasi yang Lagi Hits di 2025: Panduan Buat Investor Pemula Biar Nggak Boncos!

Makna Hari Suro dalam Budaya Jawa

Hari Suro diyakini sebagai saat di mana tabir antara dunia nyata dan gaib menjadi tipis, sehingga energi spiritual, baik positif maupun negatif, lebih mudah dirasakan.

Tak heran jika banyak masyarakat menghindari kegiatan besar, seperti menikah, pindah rumah, atau membuka usaha baru pada bulan ini.

Sebaliknya, Hari Suro digunakan sebagai waktu untuk:

Baca Juga: Rebusan Santan Penuh Cerita: Resep Sayur Lodeh Tradisional dari Dapur Jawa!

Ritual Khusus Berdasarkan Weton Kelahiran

Dalam primbon Jawa, weton merupakan perpaduan hari dan pasaran kelahiran yang memengaruhi karakter, rezeki, hingga potensi gangguan spiritual. Maka, tradisi menyambut Suro disesuaikan pula dengan jenis weton:

1. Weton Kuat

Contoh: Sabtu Kliwon, Jumat Legi, Rabu Pahing

2. Weton Sensitif

Contoh: Senin Wage, Selasa Pon, Kamis Legi

3. Weton Rezeki

Contoh: Rabu Pon, Minggu Pahing, Kamis Kliwon

Baca Juga: Hikayat Sayur Lodeh: Hidangan Keramat dari Dapur Rakyat ke Meja Raja, Penyatu Rasa Lidah Nusantara

Laku Spiritual Populer di Hari Suro

Beberapa laku tirakat yang masih dilakukan hingga kini, antara lain:

Lebih dari Sekadar Tradisi

Bagi masyarakat Jawa, tradisi ini bukan sekadar warisan budaya atau mitos belaka.

Ia adalah bentuk refleksi spiritual, cara untuk menjaga keselarasan antara lahir dan batin, antara manusia dan alam semesta.

Menyambut Hari Suro berdasarkan weton adalah cara leluhur untuk menjaga ketenangan batin dan membersihkan energi hidup.

Dan di era modern, tradisi ini tetap relevan—bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengajak kita merenung, menyucikan, dan menyelaraskan kembali langkah hidup. (fin)

Free Fire
Free Fire
Reedem Hadiah Free Fire
Reedem Hadiah Free Fire
Editor : AA Arsyadani
#weton #malam 1 suro #Tirakat #Tradisi Jawa #ruwatan 1 suro #malam 1 muharram