Jawa Pos Radar Lawu - Tahukah kamu?
Kromosom Y yang selama ini jadi simbol kejantanan, ternyata makin rapuh dan terancam hilang!
Tapi jangan buru-buru panik, karena alam ternyata punya rencana cadangan.
Fakta mengejutkan datang dari dunia tikus: dua spesies hewan pengerat sudah hidup tanpa kromosom Y dan tetap eksis.
Kira-kira, apakah manusia bisa mengikuti jejak mereka?
Apa Fungsi Kromosom Y Buat Jenis Kelamin?
Di tubuh manusia, laki-laki punya kromosom XY, perempuan XX.
Nah, kromosom Y ini punya gen SRY.
Itu merupakan gen super penting yang ‘menyalakan’ sistem laki-laki saat janin berusia 12 minggu.
Gen ini memicu pembentukan testis dan produksi hormon testosteron.
Tapi, dibanding X yang punya sekitar 900 gen aktif, kromosom Y cuma punya sekitar 55 gen.
Kebanyakan udah gak berfungsi atau cuma DNA pengulangan.
Singkatnya, kromosom Y udah tua dan lemah.
Kromosom Y Sedang Sekarat
Saat manusia dan platipus berpisah jalur evolusi 166 juta tahun lalu, kromosom Y mulai kehilangan ratusan gen.
Para ilmuwan menghitung: setiap sejuta tahun, sekitar 5 gen hilang.
Artinya, dalam 11 juta tahun ke depan, kromosom Y bisa hilang total!
Tikus-Tikus yang Hidup Tanpa Pria
Ini dia yang bikin dunia ilmiah heboh: dua spesies tikus (tikus mol Eropa Timur dan tikus berduri Jepang) sudah kehilangan kromosom Y tapi tetap bisa berkembang biak.
Keren, kan?
Ternyata, sistem jenis kelamin mereka berevolusi.
Tikus berduri, misalnya, tidak lagi butuh gen SRY.
Tim ilmuwan dari Universitas Hokkaido menemukan bahwa gen SOX9 yang berperan dalam pembentukan testis.
Gen ini iaktifkan lewat duplikasi DNA baru di kromosom lain!
Manusia Bisa Menyusul? Bisa Jadi!
Kalau kromosom Y manusia punah, sangat mungkin kita mengembangkan gen alternatif seperti tikus.
Tapi, ada satu risiko besar: populasi manusia bisa terpecah jadi spesies berbeda kalau sistem jenis kelaminnya gak lagi kompatibel.
Ngeri, kan?
Ini bisa bikin manusia masa depan terbagi.
Gak bisa lagi kawin silang satu sama lain. Seperti dua jalur evolusi baru!
Kenapa Kita Gak Bisa Punya Anak Tanpa Pria?
Jangan berharap manusia bisa berkembang biak kayak kadal betina lewat partenogenesis ya. Soalnya:
-
Sekitar 30 gen penting dalam perkembangan embrio hanya bisa diaktifkan kalau diwariskan dari ayah.
-
Tanpa gen itu, janin gak bisa tumbuh sempurna.
Artinya? Sperma dan pria masih tetap vital buat kelangsungan hidup manusia.
Apakah Pria Bakal Punah?
Secara teori, kromosom Y memang menuju kepunahan.
Tapi bukan berarti pria juga akan punah.
Evolusi menunjukkan bahwa gen bisa berpindah, sistem bisa berubah, dan alam akan terus mencari jalan.
Mungkin di masa depan, manusia bakal punya sistem kelamin baru, bahkan bisa jadi muncul lebih dari satu spesies manusia.
Kita mungkin tak lagi seperti sekarang. (fin)
Editor : AA Arsyadani