Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

8 Motif Batik Khas Magetan yang Punya Cerita: Dari Kebersamaan Rumpun Bambu, Jejak Semut, hingga Karya Difabel

Eric Wibowo • Jumat, 6 Juni 2025 | 23:18 WIB
Motif batik khas Magetan penuh cerita dan sarat makna.
Motif batik khas Magetan penuh cerita dan sarat makna.

Jawa Pos Radar Lawu – Magetan bukan hanya terkenal dengan udara sejuk dan panorama lereng Gunung Lawu, tapi juga kekayaan budaya lokal berupa batik khas.

Setiap motif batik Magetan tak sekadar hiasan, tetapi mencerminkan identitas daerah dan nilai-nilai luhur masyarakatnya.

Berikut ini 8 motif batik khas Magetan yang punya makna mendalam serta potensi besar sebagai ikon budaya dan ekonomi lokal.

1. Pring Sedapur 

Motif Pring Sedapur menggambarkan rumpun bambu (pring) yang tumbuh berkelompok. Filosofinya melambangkan kekuatan dalam kebersamaan.

Batik ini sering dijumpai di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, dan menjadi seragam wajib ASN setiap Kamis sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus upaya pemberdayaan UMKM lokal.

2. Magetan Kumandang

Motif Magetan Kumandang merupakan perpaduan elemen Pring Sedapur dengan flora dan fauna seperti bunga mawar, burung jalak, dan cucak rowo.

Mewakili harmonisasi kehidupan alam Gunung Lawu yang sejuk, motif ini menciptakan kesan asri dan hidup.

3. Kacang Tanah

Terinspirasi dari hasil bumi lokal, motif Kacang Tanah berasal dari Desa Kepuhrejo.

Mengangkat simbol kearifan lokal, batik ini menggambarkan bagaimana komoditas sederhana dapat diolah menjadi produk budaya yang bernilai tinggi.

4. Lintang Semut

Dari Desa Tawanganom, lahir Batik Lintang Semut yang merupakan bagian dari teknik Shibori Nawangsari.

Motif berbentuk bintang kecil menyerupai jejak semut melambangkan ketekunan dan semangat kerja keras masyarakat Magetan.

5. Batik Ciprat 

Batik Ciprat dikembangkan di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, oleh para penyandang disabilitas.

Dibuat dari cipratan kuas acak yang membentuk motif abstrak, batik ini membawa pesan kuat tentang inklusivitas, kreativitas, dan semangat berkarya tanpa batas.

6. Parang Selo 

Dikenal dari Desa Pragak, Kecamatan Parang, Batik Parang Selo menonjolkan kemahiran pengrajin lokal.

Detailnya yang rumit mencerminkan kualitas dan semangat masyarakat dalam mempertahankan tradisi turun-temurun.

7. Jepan 

Di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, motif Jepan menggambarkan sayur labu siam.

Kreativitas masyarakat mengangkatnya sebagai ikon desa, sekaligus memperluas nilai ekonomi labu dalam bentuk produk batik.

8. Bogo 

Motif Bogo berasal dari Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan. Mengusung citra jagung sebagai komoditas unggulan.

Batik ini memadukan unsur agraris dan ornamen estetis yang memperkuat identitas budaya pertanian Magetan. (ebo/cor)

Editor : Andi Chorniawan
#Motif #Batik Ciprat #Pring Sedapur #magetan #batik #budaya