Jawa Pos Radar Lawu - Setelah puluhan tahun menanti, impian untuk beribadah ke Tanah Suci akhirnya terwujud bagi Sumarno Dirjo Romentu (58) dan istrinya, Sukarti (56).
Pasangan suami istri asal Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Meski sehari-hari hanya berprofesi sebagai penjual pentol bakso keliling, pasangan ini akhirnya berhasil mewujudkan mimpi berhaji ke Tanah Suci tahun ini.
Sumarno dan istri tergabung dalam kloter 55 dan dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 17 Mei 2025 dari Embarkasi Solo.
“Sejak muda, saya bercita-cita bisa ziarah ke makam Rasulullah. Bahkan saya pernah bermimpi berada di makam Nabi, tapi dijaga dan belum boleh masuk.
Sejak saat itu, saya yakin suatu hari bisa naik haji,” ujar Sumarno dikutip dari laman resmi Kemenag.
Dari Buruh Tani hingga Jualan Pentol Bakso
Perjalanan mereka tak mudah.
Di masa awal pernikahan, Sumarno dan Sukarti hidup dalam keterbatasan sebagai buruh tani.
Bahkan sempat sakit bertahun-tahun pada era 1990-an.
Titik balik terjadi tahun 1997, saat ada penjual mi rebus asal Blora berdagang di depan rumahnya.
“Dia bilang, mi rebus lebih enak kalau pakai pentol. Lalu dia menawarkan untuk mengajari saya membuat bakso,” kenang Sumarno.
Setelah belajar dan mencoba membuat sendiri, Sumarno mulai berjualan keliling desa dengan modal 3 kg bahan bakso.
Setahun kemudian, istrinya turut membantu berjualan menggunakan sepeda ontel.
Hingga kini, keduanya masih aktif berdagang.
“Setiap hari bisa bikin 20-25 tusuk pentol bakso dan selalu habis terjual,” ungkapnya bangga.
27 Tahun Menabung Demi Naik Haji
Dengan penuh kesabaran, pasangan ini menyisihkan penghasilan harian selama 27 tahun.
Tahun 2012, uang mereka cukup untuk mendaftar haji.
Namun, pandemi COVID-19 sempat menunda keberangkatan mereka.
Akhirnya, di tahun 2025, impian suci itu menjadi kenyataan.
Sumarno berpesan kepada siapa saja yang ingin naik haji,
“Teruslah bersholawat, bersedekah, dan jangan pernah lelah berdoa. Yakin Allah akan bukakan jalan.” (fin)