Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengenal Cipak, Cipung, Ciko, Tiga Kucing di Banyuwangi Ultah Dirayakan Dua Hari Dua Malam, Dulu Nasibnya Memilukan

AA Arsyadani • Rabu, 16 April 2025 | 19:05 WIB
PENUHI NAZAR: Pasutri Bokiyanto dan Indrawati bersama anaknya, Kharisma, menggendong Cipak, Cipung, dan Ciko.
PENUHI NAZAR: Pasutri Bokiyanto dan Indrawati bersama anaknya, Kharisma, menggendong Cipak, Cipung, dan Ciko.

Jawa Pos Radar Lawu - Tiga becak hias beriringan melaju pelan membelah keramaian massa di jalanan Desa Kluncing, Banyuwangi. 

Musik dangdut membahana.

Warga berkumpul di pinggir jalan, menyaksikan keriuhan yang tak biasa. 

Di atas becak, tiga ekor kucing mengenakan pakaian warna-warni duduk manis.

Seolah tahu bahwa hari itu adalah hari istimewa mereka. 

Cipak, Cipung, dan Ciko tengah merayakan ulang tahun ketiganya.

Di tengah keramaian, Indrawati, ibu rumah tangga yang menjadi sosok utama di balik pesta ini, menatap penuh haru. 

“Saya menganggap mereka seperti anak sendiri,” tuturnya. 

Ungkapan ini terbukti bukan sekadar basa-basi. 

Cipak, Cipung, dan Ciko adalah bagian dari keluarga mereka.

Semula Dikira Bayi Tikus

Kisah ini bermula pada Oktober 2022.

Tiga tahun lalu, Bokiyanto dan Indrawati menemukan ketiga kucing itu tergeletak di depan rumahnya pada  

Tubuhnya masih merah, dan ringkih.

Tak jelas siapa yang tega membuangnya.

Semula dikira bayi tikus.

Melihat itu, pasutri ini marah bercampur iba. 

Akhirnya, ketiga kucing itu diambil dan dirawat dengan penuh kasih. 

Susu botol dan bubur bayi diberikan setiap hari. 

Sejak saat itu, kehidupan rumah tangga mereka semakin hangat. 

Ketiga kucing itu diajak tidur bersama, dibelikan pakaian baru setiap bulan, bahkan disebut sebagai “anak kedua, ketiga, dan keempat” setelah putri kandung mereka, Kharisma, yang kini berusia 15 tahun.

Merayakan dengan Hati, Bukan Sekadar Pesta

Ulang tahun ketiga kucing itu dirayakan dua hari dua malam. 

Arak-arakan keliling desa dengan becak hias, pesta rakyat, panggung musik dangdut dengan 12 penyanyi, hingga pementasan kuda lumping. 

Total biaya yang dikeluarkan keluarga ini mencapai Rp50 juta. 

“Karena saya sayang sekali sama mereka. Ini nazar saya,” ucap Indrawati sambil mengelus bulu Cipung.

Cinta Tak Butuh Bahasa

Cipak, Cipung, dan Ciko memang tak bisa berbicara dengan manusia. 

Mereka juga tak paham apa itu ulang tahun. 

Tapi mereka tentu dapat merasakan kehangatan pelukan, kelembutan tangan, dan kehadiran yang tulus dari manusia yang merawatnya. 

Di mata Indrawati, cinta mereka cukup untuk membuat hidupnya terasa penuh.

Pesta berakhir. 

Lampu panggung padam. 

Becak kembali pulang. 

Namun kisah ini tidak akan lekang dari ingatan warga Kluncing. (fin)

POCO F7 Pro
POCO F7 Pro
POCO F7 Ultra
POCO F7 Ultra
Editor : Andi Chorniawan
#ultah #ulang tahun kucing #kucing #banyuwangi #viral