Jawa Pos Radar Lawu - Film Titanic (1997), yang disutradarai oleh James Cameron, tidak hanya menggambarkan tragedi tenggelamnya kapal megah RMS Titanic.
Film itu sukses mendramatisasi kisah cinta yang tak terlupakan antara dua tokoh utama yang berasal dari dua dunia berbeda.
Jack Dawson (Leonardo Dicaprio), pelukis jalanan miskin, dan Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet), putri bangsawan yang terjebak dalam kehidupan mewah dan penuh ekspektasi.
Kisah mereka dimulai saat Rose, yang merasa tertekan dengan tunangan dan kehidupan sosialnya yang terbatas, bertemu dengan Jack yang menempuh hidup sebagai seorang pelukis di jalanan Eropa.
Ketertarikan Rose kepada Jack muncul begitu saja, meskipun keduanya datang dari latar belakang sosial yang sangat berbeda.
Jack, dengan keterbukaannya yang tidak terbebani aturan-aturan sosial, menawarkan kebebasan yang tak dijumpai Rose dalam kehidupannya yang terkurung oleh harapan orang tua dan status sosial.
Perjalanan cinta mereka berkembang pesat di atas kapal Titanic, yang menjadi saksi bisu dari kisah cinta mereka yang penuh ketegangan.
Melalui adegan ikonik, seperti ketika Jack melukis Rose dengan hanya mengenakan kalung, penonton diajak merasakan kedalaman emosi yang tumbuh di antara keduanya.
Bahkan ketika tragedi menimpa Titanic, mereka tetap berpegang pada cinta mereka yang tulus.
Titanic tidak hanya sukses sebagai film romansa, tetapi juga menyoroti ketimpangan sosial pada masa itu.
Jack, yang datang dari kelas pekerja, dan Rose, yang dilahirkan dalam kemewahan, membuktikan bahwa cinta sejati tidak mengenal perbedaan status sosial.
Sayangnya, bencana yang menimpa Titanic membawa perpisahan yang tragis.
Jack rela mengorbankan dirinya demi keselamatan Rose.
Titanic menjadi salah satu film terlaris dan paling ikonik dalam sejarah sinema.
Film ini memenangkan 11 Academy Awards dan mengukir namanya dalam ingatan kolektif perfilman dunia. (fin)
Editor : AA Arsyadani