Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kucing, Dewi Bastet, dan Mesir Kuno: Cinta Sejati Manusia dari Zaman Firaun

AA Arsyadani • Sabtu, 5 April 2025 | 19:36 WIB
Di era Mesir Kuno kucing dipuja dan dihormati seperti dewa.
Di era Mesir Kuno kucing dipuja dan dihormati seperti dewa.

Jawa Pos Radar Lawu - Di balik tingkah lucu dan wajah menggemaskan kucing, ada sejarah panjang yang membuat hewan ini lebih dari sekadar peliharaan biasa.

Kalau kamu pecinta kucing, kamu wajib tahu kalau di Mesir Kuno.

Zaman dulu kucing dipuja dan dihormati nyaris seperti dewa.

Konon, semuanya bermula dari sosok Dewi Bastet.

Dewi pelindung rumah tangga, kesuburan, dan kebahagiaan.

Bastet digambarkan berkepala kucing dengan tubuh wanita anggun.

Kucing dianggap perwujudan dari energi dan keberkahan Bastet.

Jadi, punya kucing itu artinya membawa berkah ke rumah.

Bukan cuma soal mitos.

Secara praktis, kucing juga sangat berjasa di Mesir.

Mereka membantu mengusir tikus dari lumbung gandum dan menjaga rumah dari ular berbisa.

Karena jasanya yang luar biasa, orang Mesir Kuno bahkan rela memumikan kucing mereka setelah mati, agar bisa "hidup bareng" lagi di alam baka.

Hukumannya juga nggak main-main.

Siapa pun yang menyakiti atau membunuh kucing bisa dihukum berat, bahkan dihukum mati.

Kucing dilindungi seperti anggota keluarga sendiri.

Kecintaan bangsa Mesir pada kucing ini menyebar ke seluruh dunia lewat perdagangan dan budaya.

Sampai sekarang, aura mistis dan anggunnya kucing tetap bikin banyak orang jatuh cinta.

Jadi, kalau kamu merasa hidupmu lebih damai sejak punya kucing, mungkin kamu sedang mengalami berkah dari Bastet.

Siapa sangka, si meong lucu di rumahmu punya warisan budaya setua piramida? (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Dewi Bastet #sejarah kuno #mesir kuno #cinta sejati #drama kucing