Jawa Pos Radar Lawu - Kalau kamu pernah makan biskuit Khong Guan, pasti tidak asing dengan gambar di kalengnya.
Ilustrasi seorang ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit ini sudah menghiasi kaleng biskuit legendaris sejak dulu.
Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa tidak ada sosok ayah di meja makan?
Ilustrasi yang Ikonik
Gambar di kaleng Khong Guan adalah karya seorang ilustrator bernama Bernardus Prasodjo.
Ia menggambar momen kehangatan keluarga dengan nuansa klasik.
Warna-warna lembut serta detail perabotan menciptakan suasana yang nyaman dan homey.
Satu hal yang sering membuat penasaran banyak orang adalah absennya sosok ayah.
Spekulasi di Balik Gambar
Banyak teori yang berkembang soal alasan tidak adanya ayah dalam ilustrasi ini.
Ada yang bilang ayah sedang bekerja.
Ada pendapat lain dengan nada bercanda bahwa sang ayah sedang memotret momen tersebut.
Beberapa orang bahkan mengaitkannya dengan filosofi keluarga yang hanya mengandalkan ibu sebagai sosok sentral dalam rumah tangga.
Menurut sang ilustrator sendiri, hal itu sebenarnya bukan sesuatu yang disengaja.
Fokus gambar memang hanya pada ibu dan anak-anak untuk mencerminkan kebersamaan dalam menikmati biskuit renyah ini.
Jadi, tidak ada makna tersembunyi di balik absennya sang ayah.
Kenapa Gambar Ini Begitu Melekat di Ingatan?
Desain yang simpel dan klasik ini bertahan selama puluhan tahun tanpa perubahan berarti.
Banyak orang tumbuh besar dengan biskuit ini di rumah mereka.
Hal ini membuat citra ilustrasi dalam produk ini semakin kuat dalam budaya populer Indonesia.
Gambar di kaleng Khong Guan membawa nostalgia dan kenangan bagi banyak orang.
Jadi, kalau ada kaleng Khong Guan di rumah, coba lihat lagi gambarnya dengan seksama. (fin)
Editor : AA Arsyadani