Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sejarah Halal Bihalal: Tradisi Silaturahim yang Dipopulerkan KH Wahab Chasbullah

AA Arsyadani • Senin, 17 Maret 2025 | 03:25 WIB
KH Wahab Hasbullah mengusulkan halal bihalal saat dimintai saran oleh Presiden Soekarno
KH Wahab Hasbullah mengusulkan halal bihalal saat dimintai saran oleh Presiden Soekarno

Jawa Pos Radar Lawu - Halal bihalal menjadi tradisi rutin setiap lebaran di Indonesia.

Sebelum dikenal luas, halal bihalal sudah ada dalam berbagai tradisi:

1. Babad Cirebon menyebut istilah "halal bahalal" dalam pertemuan masyarakat Japara.

2. Pisowanan Mangkunegaran (era 1700-an), tradisi sungkem pasca-Idul Fitri kepada raja dan permaisuri.

3. Majalah Soeara Moehammadijah (1924) mencatat istilah "alal bahalal" saat Lebaran.

4. Pedagang Martabak di Solo (1935-1936) menggunakan istilah “halal bin halal” dalam promosinya.

5. KH Wahab Chasbullah dan Soekarno (1948)

Pada 1948, Indonesia mengalami krisis politik.

Soekarno meminta nasihat KH Wahab Chasbullah untuk menyatukan para elit politik.

Kiai Wahab menyarankan acara silaturahim dengan nama Halal Bihalal agar mereka bisa saling memaafkan dan bersatu.

Baca Juga: Libur Sekolah Awal Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2025, Cek Jadwalnya di Sini!

Bung Karno menerima ide ini, lalu mengadakan halal bihalal di Istana Negara.

Sejak itu, halal bihalal menjadi tradisi tahunan umat Islam di Indonesia.

Halal bihalal bukan sekadar ajang silaturahim.

Akan tetapi juga simbol rekonsiliasi dan persatuan.

Hingga kini, tradisi ini terus hidup dan berkembang di berbagai lapisan masyarakat. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#presiden soekarno #krisis politik #Silaturahim #halal bihalal #KH Wahab Chasbullah