Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dari Nyadran hingga Suru Maca, Berikut 7 Tradisi Unik Menyambut Puasa Ramadan di Indonesia, Bernilai Filosofi  

Nur Wachid • Selasa, 18 Februari 2025 | 18:52 WIB

Padusan, salah satu tradisi unik menyambut puasa bulan suci Ramadan.
Padusan, salah satu tradisi unik menyambut puasa bulan suci Ramadan.
 

Jawa Pos Radar Lawu - Menyambut puasa bulan suci Ramadan terdapat tradisi terpopuler dan sudah dijalankan oleh masyarakat di Indonesia.

Ramadan memang jadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim.

Selain melaksanakan berpuasa selama satu bulan penuh, suasana ramadhan juga selalu dirindukan setiap tahunnya.

 Baca Juga: 7 Tips dan Trik Layering Parfum, Buat Wangi Parfum Beda dari yang Lain, Dijamin Wangi Seharian

Dimulai dari shalat tarawih berjamaah, buka puasa bersama, hingga momen ngabuburit bersama orang-orang tercinta.

Maka tak heran, akan kehadirannya yang terjadi hanya dalam setahun sekali selalu dinanti-nanti dan selalu disambut meriah oleh masyarakat Indonesia.

Apalagi masyarakat indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa, yang memiliki sejumlah tradisi khas tersendiri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Berikut 7 tradisi menyambut puasa bulan suci Ramadan di Indonesia :

Nyorog Betawi

Nyorog adalah tradisi masyarakat betawi yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan lebaran.

Tradisi ini berupa kegiatan membagikan berbagai bingkisan seperti bahan makanan mentah, seperti gula, kopi, susu, ikan bandeng, dan daging kerbau lalu diberikan kepada sanak saudara.

Terkadang bingkisan dari Nyorog itu berupa makanan khas betawi yang dimasukkan ke dalam rantang, sayur gabus pancung misalnya.

Tujuan tradisi Nyorog adalah untuk mengingatkan bahwa sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan tiba dan sebagai ajang untuk silaturahmi satu sama lain.

Padusan, Jawa

Tradisi padusan ini berasal dari masyarakat jawa yang dimaksudkan untuk menyambut bulan Ramadhan.

Istilah “Padusan” berasal dari kata “adus” yang berarti mandi. Jadi Istilah “Padusan” berarti mandi suci guna membersihkan diri sebelum menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Dalam aktivitasnya, masyarakat akan beramai-ramai melakukan mandi di sebuah sungai, kolam renang, atau objek mata air, setempat dengan anggapan dapat menghanyutkan dosa-dosa di masa lalu demi bulan suci Ramadhan.

Meugang, Aceh

Meugang merupakan tradisi yang berasal dari Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan, tradisi Meugang merupakan warisan budaya yang sudah mengakar sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam pada tahun 1607 dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda.

Meugang adalah tradisi memasak dan menikmati daging bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu yang dilakukan oleh masyarakat Aceh dan Meugang biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun.

Di antaranya dua hari sebelum bulan Ramadhan, dua hari jelang Idul FItri, dan dua hari jelang Idul Adha. Tradisi ini disebut telah muncul bersamaan dengan penyebaran agama islam di Aceh, yakni sekitar abad ke-14

Munggahan, Jawa Barat

Munggahan adalah tradisi msyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Munggahan berasal dari kata bahasa Sunda ‘Munggah’ yang artinya berjalan/naik ke bulan yang suci, atau lebih tinggi derajatnya dibandingkan bulan-bulan lainnya. Munggahan biasanya dilakukan 1-2 hari jelang Ramadhan.

Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama, dan saling bermaafan.

Tradisi tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta membersihkan diri dari hal-hal buruk yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya.

Nyadran, Jawa

Nyadran adalah tradisi masyarakat Jawa Khususnya Jawa Tengah, dalam menyambut bulan Ramadhan.

Nyadran berasal dari bahasa Sansekerta ‘Sraddha’ yang artinya keyakinan. Nyadran dilakukan dengan membersihkan makam leluhur, seperti melakukan tabur bunga, dan kenduri.

Tak sama dengan tradisi lainnya yang dilakukan beberapa hari jelang Ramadhan, Nyadran dilakukan pada setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Syaban.

Usai Berziarah dan kirim doa, masyarakat menggelar kenduri atau makan bersama di sepanjang jalan diatas pelepah daun pisang.

Malemang, Sumatra Barat

Malemang, sebuah tradisi yang dilakukan setiap 10 Muhharam. Malemang yang berarti memasang lemang yang terbuat dari beras ketan putih dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu.

Selain untuk menyambut bulan suci Ramadhan, lemang juga menjadi simbol diselenggarakannya Maulid Nabi. Tradisi ini dibawa oleh Syekh Burhanuddin, pembawa ajaran Ilam dirumah Minangkabau.

Suru Maca, Sulawesi Selatan

Suru Maca adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sulawesi Selatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Suru Maca Sendiri berasal dari bahasa lokal Sulawesi Selatan yang memiliki arti “Membaca Bersama”.

Baca Juga: Viral! Mahasiswa Hindu Wisuda di Kampus Berbasis Islam, UMP Bukti Miniatur Indonesia

Tradisi Suru Maca dilakukan pada malam pertama Ramadhan di Masjid atau musholla yang ada di berbagai desa Sulawesi Selatan.

Masyarakat akan berkumpul di tempat ibadah tersebut untuk membaca doa bersama-sama, dari masyarakat bugis kepada leluhur, dan anggota keluarga yang ditinggalkan agar selamat dunia serta akhirat. (aris-mg-pnm/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#padusan #meugang #puasa #nyadran #ramadan #bulan suci #menyambut #Suru Maca #munggahan #Nyorog Betawi #tradisi #Malemang