JAWA POS RADAR LAWU – Dalam tradisi dan kepercayaan Jawa, hari pasaran memiliki peran penting dalam kehidupan. Salah satunya untuk menentukan arah perjalanan yang baik.
Rabu Wage, bertepatan dengan 22 Januari 2025, dianggap memiliki energi khusus yang berpengaruh pada aktivitas sehari-hari termasuk perjalanan.
Perhitungan ini didasarkan pada neptu. Yaitu, nilai angka yang ada pada hari dan pasaran tertentu. Rabu memiliki nilai neptu 7. Sementara Wage bernilai 4. Sehingga, neptu Rabu Wage adalah 11.
Angka ini menjadi acuan dalam menentukan arah perjalanan yang baik dan diyakini membawa keberuntungan.
Menurut tradisi Jawa, arah perjalanan yang baik pada Rabu Wage adalah ke timur laut.
Arah ini diyakini membawa keberuntungan, kelancaran, serta melindungi dari hambatan atau bahaya selama perjalanan.
Selain itu, perjalanan ke arah timur laut pada Rabu Wage juga dianggap selaras dengan energi hari tersebut.
Alhasil, dapat memberikan kenyamanan hati dan ketenangan batin.
Bagi masyarakat Jawa yang masih memegang teguh tradisi, perjalanan pada Rabu Wage juga memerlukan beberapa persiapan agar selaras dengan energi hari itu, di antaranya:
Berdoa dan Memohon Restu
Sebelum memulai perjalanan, penting untuk memohon restu kepada Tuhan dan leluhur. Hal ini bertujuan agar perjalanan berjalan lancar dan terhindar dari halangan.
Menghindari Waktu Pantangan
Waktu yang kurang baik untuk memulai perjalanan pada Rabu Wage adalah sekitar tengah hari (12.00-13.00). Sebaiknya perjalanan dilakukan pada pagi hari atau menjelang sore.
Membawa Bekal Simbolis
Masyarakat Jawa kadang membawa bunga setaman atau daun sirih sebagai simbol perlindungan diri selama perjalanan.
Hari pasaran Rabu Wage sering dikaitkan dengan sifat keseimbangan dan introspeksi diri.
Energi pada hari ini, bertepatan dengan 22 Januari 2025, dipercaya cocok untuk melakukan perjalanan yang berhubungan dengan tugas spiritual, seperti ziarah atau berkunjung ke tempat keramat.
Oleh karena itu, perjalanan ke arah timur laut juga dianggap mendukung aktivitas yang melibatkan spiritualitas. (den)
Editor : Deni Kurniawan