Reog Perempuan Ponorogo Tampil Serentak Bersama 7 Negara, Sardulo Nareswari Angkat Peran Emak-Emak
Nur Wachid• Senin, 23 Desember 2024 | 18:29 WIB
Reog perempuan Ponorogo, Grup Sardulo Nareswari diisi penari emak-emak.
PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Pertunjukan seni Reog Ponorogo meriahkan panggung dunia dalam acara serentak yang digelar di tujuh negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Afrika, Korea, Jepang, dan Malaysia Minggu (22/12/2024).
Di Paseban Alun-alun Ponorogo, momen bersejarah ini diramaikan oleh kehadiran grup Sardulo Nareswari, grup Reog perempuan asal Desa Sawoo, Ponorogo.
Dipimpin oleh Tri Heni Astuti, Sardulo Nareswari yang terdiri dari 50 perempuan tampil energik memainkan peran penting dalam seni Reog.
Tak hanya pembarong, kelompok ini juga melibatkan penabuh gamelan, jathil, bujang ganong, dan klono sewandono.
"Grup ini berdiri sejak 2015, berawal dari ide kumpulan PKK," ujar Heni.
Cerita Pembarong Perempuan dan Tantangan Pengembangan Seni
Suprihatin, salah satu pembarong Sardulo Nareswari, mengungkapkan tantangan besar dalam peran tersebut.
Selain beratnya dadak merak yang bisa mencapai puluhan kilogram, penyelarasan gerakan dengan irama gamelan menjadi tugas yang tak mudah.
"Tenaga perempuan tentu berbeda dengan laki-laki, tapi kami bangga bisa melakukannya," ungkapnya.
Di tengah tugas sebagai ibu rumah tangga, para anggota Sardulo Nareswari tetap bersemangat melestarikan seni budaya Reog.
"Kami berharap kehadiran perempuan dalam seni Reog menjadi kebanggaan di mata dunia," tambah Suprihatin.
Pertunjukan serentak ini menjadi bagian dari perayaan ditetapkannya Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh UNESCO, mengukuhkan posisi seni Reog sebagai warisan budaya yang patut dibanggakan. (gen/kid)