Jawa Pos Radar Lawu - Hari Pendidikan Nasional selalu identik kaitannya dengan Pahlawan Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara.
Bapak Pendidikan Nasional kita ini mempunyai nama asli yaitu R.M. Suwardi Suryaningrat.
Hari kelahiran Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara pada 2 Mei 1889 ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional pada 16 Desember 1959.
Tentunya kita sudah tak asing lagi dengan Pahlawan Pendidikan Nasional selain Ki Hajar Dewantara yang sering disebutkan di dalam sejarah bangsa. Seperti, R.A. Kartini, H.Ahmad Dahlan, Dewi Sartika, dan H. Hasyim Asyari.
Faktanya jika kita telaah lebih mendalam lagi Pahlawan Pendidikan tak hanya tokoh-tokoh besar yang telah dituliskan di dalam sejarah.
Guru, Dosen, Tenaga Pendidik lainnya juga bisa kita sebut sebagai Pahlawan Pendidikan kita sebagai contoh Guru Teladan Indonesia.
Berikut beberapa nama Pahlawan Pendidikan Masa Kini berdasarkan Kemendikbud :
1. Slamet Riyadi
Slamet Riyadi mengajar di SMPN 4 Tengaran Satu Atap, Salatiga, Jawa Tengah. Slamet menjadi salah satu orang yang terpilih untuk menjadi bagian dalam program Honeywell for Educators at Space Academy (HESA) selama sepekan.
Slamet Riyadi dan 6 guru lainnya mengikuti pelatihan STEM (Sains, Teknologi, Engineering / Teknik, Matematika) dan pelatihan fisik oleh Astronot NASA.
2. Soeharmani
Soeharmani adalah seorang Guru Penggerak angkatan keempat yang saat itu sedang terjadi peristiwa Covid-19 Oktober 2021.
Soeharmani menjadi guru bantu PAUD di TK Negeri Pembina Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah sejak 2004.
Soeharmani menerapkan metode belajar sambil bermain yang mana siswa tidak hanya dirangsang kemampuan numerasi, komunikasi dan literasinya tapi juga diberi kebebasan untuk belajar sesuai minat lewat pola permainan. Soeharmi pun akhirnya dilantik menjadi Kepala Sekolah TK tersebut di tahun 2022.
3. Wahyana dan Qomarul Lailiah
Qomarul Lailiah adalah guru Bahasa Inggris SDN Sawunggaling 1/382, Wonokromo, Surabaya. Wahyana guru pelajaran di SMPN 4 Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kedua guru Indonesia ini berhasil menjadi wasit cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020.
Wahyana sudah pergi ke 77 negara di dunia untuk menjadi wasit disana. Jasa kedua guru ini mendapatkan apresiasi dari Nadiem Makarim (Mendikbudristek).
4. Een Sukaesih
Ibu Een Sukaesih lahir pada 10 Agustus 1963 di Sumedang. Mengenyam pendidikan Bimbingan dan Konseling di UPI Bandung.
Meskipun memiliki penyakit Rheumatoid arthritis yang dideritanya dan membuatnya hanya menghabiskan waktu di tempat tidur, ia tidak putus semangat.
Beliau mengajar anak-anak di lingkungan Dusun Batu Karut, RT 01 RW 05 Cibereum Wtan, Cimalakama, Sumedang, Jawa Barat. Pada tahun 2013 beliau menerbitkan buku yang berjudul Een Sukaesih Sang Guru Qolbu dan juga mendirikan Rumah Pintar Al-Barokah.
Cukup menginspirasi bukan kisah-kisah para Pahlawan Pendidikan Masa Kini kita?
Tentunya masih banyak lagi nama-nama jajaran Guru dan Dosen serta Pendidik lainnya yang dengan dedikasi tinggi mereka tetap menjadi Pahlawan Pendidikan Indonesia meski tidak bergema nama-namanya. (*)
Editor : Riana M.