Jawa Pos Radar Lawu - Islam memberikan panduan tentang bagaimana manusia harus menjaga lingkungan.
Dalam bukunya Islam & Lingkungan (2023), Quraish Shihab menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab manusia.
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, termasuk cara memperlakukan bumi.
Keseimbangan: Kunci Kehidupan yang Harmonis
Islam menganjurkan keseimbangan dalam hidup.
Mulai dari makan, minum, hingga mengelola harta.
Semuanya harus sesuai dengan kebutuhan.
Hal ini juga berlaku dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Quraish Shihab menulis:
"Makanan yang Anda makan, air yang Anda gunakan harus seimbang dengan kondisi dan kebutuhan tubuh Anda. Pengeluaran Anda harus seimbang dengan pemasukan Anda..."
Pesan ini tidak hanya berlaku untuk kehidupan pribadi, tetapi juga dalam menjaga alam.
Jika manusia serakah dalam mengeksploitasi sumber daya, keseimbangan akan rusak, dan akibatnya bisa berbahaya bagi kehidupan.
Manusia sebagai Penjaga Bumi, Bukan Perusak
Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah atau pemimpin di bumi.
Namun, ini bukan berarti manusia bebas mengeksploitasi alam sesuka hati.
Sebaliknya, manusia diberi amanah untuk merawat dan menjaga keseimbangan alam.
Quraish Shihab menulis:
"Makna kekhalifahan manusia di bumi adalah persahabatan dengan alam, bukan kepemilikan atau eksploitasi berlebihan."
Artinya, kita harus memperlakukan alam dengan adil, bukan hanya mengambil manfaat darinyaakan tetapi juga memastikan keberlanjutannya.
Islam Melarang Perusakan Alam
Al-Quran dengan jelas melarang perusakan lingkungan.
Dalam Surah Al-A’raf ayat 56, Allah berfirman:
"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya..."
Quraish Shihab mengingatkan bahwa perusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada kehidupan saat ini.
Akan tetapi juga merugikan generasi mendatang.
Islam mengajarkan manusia untuk bertindak dengan kesadaran dan tanggung jawab terhadap bumi.
Prinsip Al-Qisth: Keadilan dalam Memanfaatkan Alam
Islam menekankan prinsip keadilan atau al-qisth dalam segala aspek kehidupan.
Termasuk dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Keseimbangan harus dijaga agar semua orang dapat menikmatinya secara adil.
Quraish Shihab menulis:
"Demikian seterusnya dan itu harus atas dasar al-qisth, yakni diterima baik oleh kedua belah pihak."
Artinya, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan secara berlebihan hingga merugikan yang lain.
Jika manusia hanya mengambil tanpa menjaga, keseimbangan akan hancur.
Kenapa Buku Ini Penting?
Buku Islam & Lingkungan tidak hanya membahas teori, tetapi juga memberikan wawasan praktis tentang bagaimana Islam mengajarkan manusia menjaga alam.
Bagi siapa saja yang peduli dengan lingkungan, buku ini sangat relevan.
Islam bukan hanya mengatur ibadah, tetapi juga menuntun manusia untuk hidup selaras dengan alam.
Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi.
Sudahkah kita menjaga keseimbangan dalam hidup dan alam sekitar? (fin)
Editor : AA Arsyadani