Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Amalan Wanita Haid Saat Ramadan: Zikir, Sedekah, dan Ibadah Lain yang Tetap Berpahala

Mizan Ahsani • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:30 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu - Perempuan yang sedang haid atau menstruasi tetap memiliki banyak kesempatan untuk meraih pahala di bulan Ramadan.

Meski tidak dapat menjalankan ibadah seperti puasa dan salat, terdapat sejumlah amalan lain yang dianjurkan untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan oleh perempuan yang sedang haid adalah memperbanyak zikir.

Amalan ini dapat menjadi cara untuk terus berburu pahala di bulan suci Ramadan.

Dalam kitab Dzurratun Nasihin karya Utsman bin Hasan Ahmad Syakir al-Khubawi disebutkan sebuah riwayat dari Sayyidah Aisyah.

Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa perempuan yang sedang haid dapat memperoleh penghapusan dosa masa lalu jika membaca zikir tertentu pada hari pertama haid.

Zikir tersebut berbunyi:

“Alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin.”

Artinya: Segala puji bagi Allah atas segala keadaan dan aku memohon ampun kepada-Mu atas setiap dosa.

Menurut riwayat tersebut, perempuan yang membaca zikir tersebut akan memperoleh berbagai keutamaan, di antaranya dihindarkan dari api neraka, dimudahkan ketika melewati Shirathal Mustaqim, serta diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Baca Juga: Selain Puasa, Ini Amalan Prioritas di Bulan Ramadan yang Pahalanya Berlipat Ganda

Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid Saat Ramadan

Selain berzikir, terdapat sejumlah amalan lain yang tetap bisa dilakukan oleh perempuan yang sedang haid di bulan Ramadan.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menjelaskan bahwa perempuan haid memang tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah salat dan puasa. Namun, mereka tetap bisa melakukan berbagai amal baik lainnya.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

1. Memberi makanan untuk orang yang berpuasa
Memberikan hidangan berbuka kepada orang yang berpuasa termasuk amalan yang sangat dianjurkan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang memberi makanan berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa.

2. Bersedekah kepada yang membutuhkan
Sedekah menjadi salah satu cara terbaik untuk meraih pahala di bulan Ramadan, termasuk bagi perempuan yang sedang haid.

3. Berdoa dan memperbanyak zikir
Memperbanyak doa dan zikir menjadi amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika sedang haid.

4. Belajar ilmu agama
Perempuan haid juga dianjurkan untuk menambah pengetahuan agama, baik melalui kajian bersama guru maupun belajar secara mandiri.

5. Mendengarkan bacaan Al-Qur'an
Meski tidak dianjurkan membaca atau menyentuh mushaf Al-Qur’an, perempuan haid tetap dapat mendengarkan lantunan ayat suci melalui berbagai media, termasuk melalui ponsel.

Baca Juga: 3 Doa Awal Bulan Ramadhan yang Dibaca Rasulullah, Amalan Sunnah Penuh Berkah Ini Jarang Diketahui Umat Islam

Ibadah yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Haid

Dalam kondisi haid, terdapat beberapa ibadah yang tidak diperbolehkan dilakukan oleh perempuan.

Di antaranya adalah melaksanakan salat fardhu maupun sunnah, berpuasa, membaca dan menyentuh mushaf Al-Qur’an, melakukan tawaf di Ka’bah, serta berhubungan suami istri.

Meski demikian, perempuan tetap dianjurkan untuk mengisi waktu dengan amalan baik agar momentum Ramadan tetap memberikan manfaat spiritual.

Baca Juga: Jangan Sedih! Meski Haid, Doamu Tetap Bisa Dikabulkan dan Pahala Terus Mengalir Deras Tanpa Terputus

Kewajiban Mengganti Puasa Ramadan

Perempuan yang tidak berpuasa karena haid wajib mengganti atau mengqadha puasa tersebut setelah Ramadan berakhir.

Jumlah hari puasa yang diganti harus sama dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Kewajiban ini merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i harus menggantinya pada hari lain.

Qadha puasa dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah sesuai kemampuan. Namun, para ulama menganjurkan agar puasa pengganti tersebut segera ditunaikan setelah Ramadan selesai, kecuali pada hari yang memang dilarang berpuasa seperti Hari Raya Idul Fitri.

Dengan demikian, perempuan yang sedang haid tetap memiliki banyak peluang untuk meraih pahala di bulan Ramadan melalui berbagai amalan yang dianjurkan.

Selama diisi dengan ibadah dan kegiatan bermanfaat, waktu haid tetap bisa menjadi momen mendekatkan diri kepada Allah SWT.(*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#ibadah #ramadhan #dzikir #Wanita Haid #pahala #bulan suci #amalan