Jawa Pos Radar Lawu - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadhan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu penuh keberkahan, ketika pahala amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Karena keutamaannya tersebut, banyak umat Islam berusaha menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah seperti shalat malam, i’tikaf, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak dzikir dan doa.
Namun, sebagian perempuan kerap merasa khawatir tidak bisa meraih keutamaan Lailatul Qadar ketika sedang mengalami haid. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa perempuan haid tetap memiliki peluang besar mendapatkan kemuliaan malam tersebut.
Wanita Haid Tetap Bisa Mendapatkan Lailatul Qadar
Ulama kharismatik Buya Yahya menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sedang dalam keadaan suci.
Siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan mengingat Allah SWT berpeluang meraih keutamaannya.
Menurutnya, yang terpenting adalah seseorang tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat dan tetap mengisi malam-malam Ramadhan dengan amal kebaikan.
Ia menegaskan bahwa tidak ada dalil yang menyebutkan Lailatul Qadar hanya untuk orang yang terbebas dari haid.
Oleh karena itu, perempuan yang sedang haid tetap bisa mendapatkan kemuliaan malam tersebut dengan melakukan ibadah yang diperbolehkan.
Baca Juga: Amalan Malam Lailatul Qadar, Meraih Berkah di Malam yang Istimewa
Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan?
Para ulama menjelaskan bahwa waktu pasti Lailatul Qadar sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT.
Tujuannya agar umat Islam terus berlomba-lomba meningkatkan ibadah di sepanjang malam Ramadhan, khususnya pada 10 hari terakhir.
Dengan cara ini, seorang hamba diharapkan tidak hanya beribadah pada satu malam tertentu saja, tetapi konsisten menghidupkan banyak malam dengan amal saleh.
Karena itu, kecerdasan seorang muslim terletak pada kesungguhannya dalam memperbanyak ibadah untuk menyambut malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Tetap Bangun Malam Meski Tidak Shalat
Bagi perempuan yang sedang haid, tidak melaksanakan shalat bukan berarti harus berhenti menghidupkan malam Ramadhan.
Jika sebelumnya terbiasa bangun untuk shalat tahajud, maka kebiasaan tersebut sebaiknya tetap dilanjutkan.
Bedanya, waktu tersebut bisa diisi dengan dzikir, doa, membaca shalawat, atau memperbanyak istighfar.
Menjaga kebiasaan baik ini penting agar semangat ibadah tidak terputus selama masa haid.
Baca Juga: Menyambut Malam Lailatul Qadar, Berikut Prediksi dan Keutamaannya
10 Amalan Wanita Haid di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Meski tidak dapat melaksanakan shalat atau memegang mushaf Al-Qur’an secara langsung, perempuan yang sedang haid tetap dapat melakukan berbagai amalan untuk meraih Lailatul Qadar.
Berikut beberapa di antaranya:
1. Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf
Sebagian ulama memperbolehkan membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh langsung mushaf, misalnya melalui aplikasi atau menggunakan alas.
2. Bersedekah
Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di 10 hari terakhir Ramadhan karena pahalanya dilipatgandakan.
3. Memperbanyak doa
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti memohon ampunan kepada Allah SWT.
4. Berdzikir
Dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat haid.
5. Menjalin silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, maupun tetangga juga termasuk amalan yang bernilai pahala.
6. Menolong sesama
Membantu orang lain, baik secara materi maupun tenaga, merupakan bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan.
7. Memperbanyak shalawat
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu amalan yang mendatangkan keberkahan.
8. Mempelajari ilmu agama
Mengikuti kajian Islam atau membaca buku keislaman dapat menambah wawasan sekaligus memperkuat iman.
9. Memperbanyak istighfar
Memohon ampun kepada Allah SWT menjadi salah satu amalan utama untuk membersihkan diri dari dosa.
10. Berdiskusi tentang ilmu agama
Bertukar pikiran dan berdiskusi dengan orang-orang saleh dapat menambah pemahaman tentang ajaran Islam.
Baca Juga: 4 Ibadah yang Bisa Dilakukan saat Lailatul Qadar
Jangan Putuskan Kebiasaan Ibadah
Para ulama juga mengingatkan agar perempuan tidak menjadikan haid sebagai alasan untuk berhenti dari kebiasaan ibadah yang baik.
Jika kebiasaan baik seperti bangun malam atau berdzikir terputus terlalu lama, ada kemungkinan semangat tersebut sulit kembali seperti sebelumnya.
Karena itu, meskipun sedang haid, perempuan tetap dianjurkan menghidupkan malam Ramadhan dengan berbagai amalan yang diperbolehkan.
Dengan memperbanyak dzikir, doa, sedekah, dan amal kebaikan lainnya, peluang untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar tetap terbuka bagi siapa saja.(*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani