Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Doa Safar untuk Mudik Lebaran: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya dalam Islam

Mizan Ahsani • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:19 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu – Tradisi mudik saat Lebaran menjadi momen yang dinanti banyak masyarakat Indonesia.

Selain mempersiapkan kendaraan, bekal perjalanan, dan rencana rute, umat Islam juga dianjurkan untuk tidak melupakan doa safar sebelum memulai perjalanan.

Dalam ajaran Islam, bepergian bukan sekadar aktivitas fisik berpindah tempat. Safar juga menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa doa seorang musafir termasuk doa yang mudah dikabulkan.

Rasulullah SAW bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Artinya: “Tiga doa yang dikabulkan dan tidak ada keraguan padanya, yaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa perjalanan memiliki nilai spiritual tersendiri sehingga dianjurkan diawali dengan doa.

Baca Juga: Kumpulan Doa Sepanjang Bulan Ramadhan dan Bacaan Doa Berbuka Puasa yang Mustajab Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Bacaan Doa Safar yang Dianjurkan Rasulullah

Berikut doa safar yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika memulai perjalanan:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ . اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ . اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

Artinya:

“Allah Maha Besar (3x). Maha suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridhai.

Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami.

Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga bagi keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.” (HR Muslim).

Makna Doa Safar dalam Perjalanan

Ustadz Ashim bin Musthofa menjelaskan bahwa doa safar mengandung banyak makna dan manfaat bagi seorang Muslim yang sedang bepergian.

Doa tersebut mencakup permohonan kebaikan bagi agama dan kehidupan dunia. Selain itu, doa ini juga berisi harapan agar perjalanan dipenuhi amal kebaikan serta terhindar dari berbagai kesulitan.

Beberapa makna penting dari doa safar antara lain:

1. Mengakui Kebesaran Allah

Doa safar diawali dengan takbir tiga kali sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap aktivitas, termasuk perjalanan jauh, sebaiknya dimulai dengan mengingat kebesaran-Nya.

2. Mensyukuri Nikmat Transportasi

Dalam doa terdapat kalimat “Subhanalladzi sakhkhara lana hadza” yang berarti Allah-lah yang menundukkan kendaraan bagi manusia. Ini menjadi pengingat bahwa semua sarana transportasi, baik darat, laut, maupun udara, merupakan nikmat dari Allah.

3. Memohon Perjalanan yang Mudah

Perjalanan sering kali diwarnai kelelahan, kemacetan, atau berbagai risiko lainnya. Karena itu, dalam doa safar seorang Muslim memohon agar perjalanan dipermudah dan jaraknya terasa lebih dekat.

4. Memohon Perlindungan Selama Safar

Rasulullah juga mengajarkan untuk memohon perlindungan dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta hal buruk yang mungkin terjadi pada harta maupun keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara: Bacaan Arab, Latin, Lengkap dengan Artinya

Doa Ketika Perjalanan Pulang

Ketika kembali dari perjalanan, Rasulullah SAW menambahkan kalimat berikut setelah membaca doa safar:

آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Artinya:
“Kami kembali dengan selamat, bertaubat kepada Allah, tetap beribadah, dan memuji Tuhan kami.”

Kalimat ini menjadi ungkapan syukur atas keselamatan selama perjalanan sekaligus pengingat untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah.

Pentingnya Berdoa Saat Mudik

Mudik sering kali menempuh perjalanan panjang, bahkan lintas kota hingga lintas provinsi.

Karena itu, selain mempersiapkan kendaraan dan kondisi fisik, umat Islam dianjurkan memulai perjalanan dengan doa.

Doa safar tidak hanya memohon keselamatan, tetapi juga mengingatkan manusia bahwa semua perjalanan hidup pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

Dengan membaca doa safar, perjalanan mudik diharapkan menjadi lebih tenang, penuh keberkahan, dan selamat hingga sampai di tujuan.(*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#keselamatan di jalan #mudik #pulang kampung #ramadha #transportasi #tradisi lebaran #doa safar