Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ramadhan Disebut Bulan Al-Qur’an, Ini Dalil, Keutamaan, dan Teladan Ulama dalam Membaca Al-Qur’an

Mizan Ahsani • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:10 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu - Bulan Ramadhan dikenal luas sebagai bulan Al-Qur'an bagi umat Islam. Sebutan ini bukan tanpa alasan.

Dalam Al-Qur'an sendiri disebutkan bahwa kitab suci umat Islam tersebut pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembedaan antara yang benar dan yang batil.” (QS Al-Baqarah : 185).

Ayat ini menunjukkan bahwa Ramadhan memiliki kedudukan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya karena menjadi waktu diturunkannya Al-Qur'an.

Baca Juga: Tadarus Al Quran Bahasa Isyarat, Pertama Kali di Indonesia, Diikuti 500 Peserta

Keutamaan Ramadhan sebagai Bulan Diturunkannya Al-Qur'an

Dalam penjelasan para ulama tafsir disebutkan bahwa Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar , malam penuh kemuliaan yang berada di bulan Ramadhan.

Hal ini juga dijelaskan dalam firman Allah:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.” (QS Al-Qadr : 1).

Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia , kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan peristiwa yang terjadi selama masa kenabian.

Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang keberkahannya akan terus dirasakan hingga akhir zaman.

Kitab suci ini menjadi pedoman hidup, penuntun kebenaran, serta pembedaan antara yang hak dan yang batil.

Allah juga menjelaskan fungsi Al-Qur'an sebagai obat bagi manusia:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Isra': 82).

Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur'an, terutama di bulan Ramadhan. Salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka dia satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR Tirmidzi).

Selain itu, Al-Qur'an juga akan menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang membaca dan mengamalkannya di hari penghentian.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari berhenti sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membaca.” (HR Muslim).

Apalagi disebutkan pula bahwa orang tua dari penghafal Al-Qur'an akan diberi mahkota kemuliaan pada hari kiamat sebagai balasan atas usaha anaknya dalam menjaga Al-Qur'an.

Baca Juga: 3 Doa Awal Bulan Ramadhan yang Dibaca Rasulullah, Amalan Sunnah Penuh Berkah Ini Jarang Mengenal Umat Islam

Tradisi Tadarus di Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umatnya dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas disebutkan bahwa Malaikat Jibril mendatangi Nabi setiap malam di bulan Ramadhan untuk murojaah atau tadarus Al-Qur'an .

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat ketika bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril untuk mempelajari Al-Qur'an.

Para ulama menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menunjukkan anjuran memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur'an di bulan Ramadhan.

Teladan Para Sahabat dan Ulama

Semangat membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan juga ditunjukkan oleh para sahabat dan ulama terdahulu.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Khalifah Utsman bin Affan RA sering menghidupkan malam Ramadhan dengan membaca Al-Qur'an dalam shalatnya.

Sahabat Ubay bin Ka'ab RA dikabarkan mampu mengkhatamkan Al-Qur'an dalam delapan hari, sementara Tamim Ad-Dari mengkhatamkannya setiap pekan.

Di kalangan ulama tabi'in dan generasi setelahnya, semangat ini bahkan lebih terlihat.

Ulama besar Qatadah dikenal mampu mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tujuh hari, namun ketika Ramadhan tiba ia mampu menyelesaikannya setiap tiga hari, bahkan setiap malam pada sepuluh hari terakhir.

Imam Syafi'i juga dikenal memiliki kebiasaan mengkhatamkan Al-Qur'an hingga 60 kali selama bulan Ramadhan , di luar bacaan Al-Qur'an dalam shalat.

Baca Juga: Mengapa Ramadhan Menjadi Bulan Paling Suci bagi Umat Islam, Makna Spiritual hingga Tarhib Ramadhan

Menghidupkan Ramadhan dengan Al-Qur'an

Kisah-kisah para sahabat dan ulama tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Ramadhan bukan hanya sekedar bulan menahan lapar dan dahaga, tapi juga waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, terutama membaca dan memahami Al-Qur'an.

Dengan memperbanyak tilawah, tadarus, serta mentadabburi makna Al-Qur'an, seorang muslim diharapkan dapat meraih keberkahan Ramadhan dan menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah kehidupan. (*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#ramadhan #nabi #ulama #Bulan Al-Quran #lailatul qadar #para sahabat #bulan suci #Malaikat