Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kisah Hikmah Ramadan: Pemuda Ahli Maksiat Masuk Surga karena Menghormati Bulan Suci

Mizan Ahsani • Senin, 2 Maret 2026 | 15:51 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu - Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh rahmat, rahmat, dan keberkahan.

Di bulan suci ini, setiap amal ibadah dilipatgandakan, pintu tobat dibuka lebar, dan kasih sayang Allah SWT tercurah bagi hamba-Nya yang ingin kembali.

Sebuah kisah hikmah menyentuh hati menceritakan tentang seorang pemuda yang sepanjang hidupnya gemar bermaksiat.

Namun, siapa sangka, hanya karena menghormati bulan Ramadhan, ia justru mendapat ampunan Allah dan dimasukkan ke dalam surga.

Kisah ini termaktub dalam kitab Irsyadul 'Ibad karya Syekh Zainudin Al Malibari , yang mengisahkan pengalaman seorang pemuda bernama Muhammad.

Baca Juga: Alasan Menjadi Relawan di Bulan Ramadhan dan Tren Kegiatan Sosial

Pemuda yang Berubah Saat Ramadhan Tiba

Dikisahkan, di suatu daerah pada masa lampau, hidup seorang pemuda bernama Muhammad.

Ia diketahui jarang mendirikan salat dan hari-harinya lebih banyak diisi dengan kelalaian.

Namun setiap kali Ramadhan tiba, sikapnya berubah drastis.

Ia mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, berpuasa dengan sungguh-sungguh, mendirikan shalat, bahkan mengganti ibadah yang pernah ia tinggalkan. Perubahan ini membuat masyarakat heran.

Ketika ditanya alasan perubahan tersebut, ia menjawab:

“Ini adalah bulan tobat, rahmat, dan keberkahan.Semoga Allah mengampuni dosaku dengan karunia-Nya.”

Ramadhan baginya adalah momen istimewa. Meski di luar bulan suci ia belum mampu istiqamah, namun ia memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap kemuliaan Ramadhan.

Diampuni karena Memuliakan Ramadhan

Tak lama setelah itu, pemuda tersebut meninggal dunia. Suatu ketika, ada seseorang bermimpi bertemu dengannya dan bertanya tentang keadaannya di akhirat.

Pemuda itu menjawab:

“Allah telah mengampuniku karena kemuliaan bulan Ramadhan.”

Jawabannya menjadi pelajaran besar bahwa menghormati bulan suci Ramadhan bukanlah perkara kecil di sisi Allah SWT.

Baca Juga: Kumpulan Doa Sepanjang Bulan Ramadhan dan Bacaan Doa Berbuka Puasa yang Mustajab Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Penjelasan Ulama tentang Kemuliaan Waktu

Ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al Bantani , dalam kitab Muraqil Ubudiyyah Syarh Bidayatul Hidayah menjelaskan:

“Sesungguhnya Allah Ta'ala, jika mencintai seorang hamba, Allah akan menakdirkan hamba tersebut pada waktu-waktu yang mulia dengan amalan-amalan yang mulia.

Namun jika Allah murka, Allah akan menggerakkannya di waktu-waktu yang mulia dengan amalan-amalan yang buruk…”

Artinya, keberadaan kita di bulan Ramadhan adalah tanda kasih sayang Allah. Jika di bulan mulia ini kita terdorong memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat, itu pertanda kebaikan yang Allah kehendaki untuk kita.

Sebaliknya, jika seseorang justru semakin lalai dan berani bermaksiat di bulan suci, itu menjadi peringatan serius.

Hikmah yang Bisa Diambil

Dari kisah pemuda tersebut, ada beberapa hikmah penting:

  1. Jangan ingat satu kebaikan. Bisa jadi satu bentuk penghormatan kepada Ramadhan menjadi sebab turunnya ampunan Allah.

  2. Ramadhan adalah momentum perubahan. Meski belum sempurna, memulai kebaikan tetap bernilai besar.

  3. Kemuliaan waktu harus dijaga. Menghormati bulan suci berarti menjaga diri dari dosa dan memperbanyak amal.

Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi kesempatan emas yang mungkin tidak akan terulang kembali.

Jika belum mampu maksimal dalam beribadah, setidaknya tahan diri dari maksimal dan gangguan pada orang lain.

Menghormati Ramadhan adalah bentuk minimal dari rasa syukur atas nikmat waktu yang Allah berikan.

Baca Juga: Rahasia dan Dahsyatnya Pahala Sedekah Subuh di Bulan Ramadhan, Waktu Terbaik Meraih Keberkahan

Semoga kisah hikmah Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa pintu pengampunan selalu terbuka, bahkan bagi mereka yang merasa penuh dosa, selama masih ada rasa hormat dan harapan kepada Allah SWT. (*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#maksiat #bulan suci ramadan #ampunan di bulan Ramadhan #Ramdhan