Jawa Pos Radar Lawu - Puasa Ramadan adalah ibadah wajib yang memiliki aturan jelas dalam syariat Islam.
Namun, masih banyak umat Muslim yang keliru memahami apa saja yang sebenarnya dibolehkan saat berpuasa.
Beberapa hal kerap dianggap membatalkan puasa, padahal dalam dalil Al-Qur’an dan hadis, perkara tersebut diperbolehkan dengan syarat tertentu.
Berikut penjelasan lengkap 9 hal yang dibolehkan saat puasa Ramadan berdasarkan pemaparan Ustaz Dr Irfan Yuhadi MSI.
Baca Juga: Puasa Jangan Makan Berlebihan, Ahli Gizi Ingatkan Bahayanya
1. Jimak pada Malam Hari Sebelum Terbit Fajar
Hubungan suami istri diperbolehkan pada malam hari selama bulan Ramadan hingga sebelum terbit fajar. Hal ini merupakan keringanan dari Allah SWT.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 187:
“Dihalalkan bagi kalian untuk jima’ dengan istri-istri kalian, pada malam hari bulan puasa.”
Artinya, hubungan suami istri tidak membatalkan puasa selama dilakukan setelah berbuka hingga sebelum masuk waktu Subuh.
2. Dalam Keadaan Junub Saat Pagi Hari
Seseorang yang memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub tetap sah puasanya, selama junub tersebut bukan karena mimpi basah di siang hari.
Dalam hadis riwayat Aisyah, disebutkan bahwa Muhammad pernah mendapati waktu fajar dalam keadaan junub karena jimak, kemudian tetap melanjutkan puasanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
3. Mencium dan Mencumbui Istri Tanpa Jimak
Suami diperbolehkan mencium atau mencumbui istri selama tidak sampai berhubungan intim.
Namun ada catatan penting:
-
Jika hanya keluar madzi, puasa tetap sah.
-
Jika sampai keluar mani karena rangsangan tersebut, maka puasanya batal dan wajib qadha.
Dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mencium istrinya saat berpuasa, namun beliau adalah orang yang paling mampu menahan nafsunya.
Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat saat Puasa Ramadan, Biar Tetap Produktif!
4. Mandi atau Menuangkan Air ke Kepala Saat Puasa
Berendam, mandi, atau menyiram kepala untuk mengurangi panas dan haus tidak membatalkan puasa.
Dalam riwayat disebutkan Rasulullah SAW pernah menuangkan air di atas kepala saat berpuasa karena cuaca panas.
5. Makan dan Minum Karena Lupa
Jika seseorang makan atau minum karena lupa bahwa dirinya sedang berpuasa, maka puasanya tetap sah.
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang lupa lalu makan atau minum hendaknya menyempurnakan puasanya, karena itu merupakan rezeki dari Allah SWT.
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
6. Muntah Tanpa Sengaja
Orang yang muntah tanpa disengaja tidak wajib mengqadha puasanya. Namun, jika sengaja memuntahkan diri, maka puasanya batal dan wajib diganti.
Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.
Baca Juga: Tidak Sengaja Makan dan Minum Saat Bulan Ramadan, Apakah masih Bisa Melanjutkan Puasa?
7. Mencicipi Makanan Selama Tidak Tertelan
Mencicipi makanan untuk memastikan rasa diperbolehkan selama tidak masuk ke tenggorokan.
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu menyebutkan bahwa tidak mengapa mencicipi sesuatu selama tidak tertelan.
Hal ini juga berlaku bagi ibu yang mengunyah makanan untuk anak kecil, selama tidak ada yang masuk ke dalam tenggorokan.
8. Berbekam dan Donor Darah Jika Tidak Melemahkan
Berbekam atau donor darah diperbolehkan selama tidak menyebabkan tubuh menjadi lemah yang mengganggu puasa.
Dalam hadis disebutkan Rasulullah SAW pernah berbekam saat berpuasa. Riwayat ini tercatat dalam Shahih Bukhari.
Namun, jika prosedur medis seperti cuci darah menyebabkan masuknya cairan atau zat tertentu ke dalam tubuh yang bersifat mengenyangkan, maka dapat membatalkan puasa.
9. Bersiwak, Memakai Wewangian, dan Obat Tetes
Beberapa hal berikut juga dibolehkan saat puasa:
-
Bersiwak atau menyikat gigi (dengan catatan tidak tertelan)
-
Memakai parfum atau minyak rambut
-
Menggunakan celak mata
-
Obat tetes mata dan hidung (selama tidak masuk ke tenggorokan)
-
Suntikan yang tidak bersifat mengenyangkan
Dasarnya adalah hukum asal segala sesuatu adalah boleh, selama tidak ada dalil yang melarang secara tegas.
Namun, untuk pasta gigi sebaiknya digunakan pada malam hari sebagai bentuk kehati-hatian.
Baca Juga: Hindari Minuman Kafein, Ini 5 Tips Puasa Sehat untuk Penderita Asam Lambung
Jangan Sampai Keliru
Memahami aturan puasa Ramadan secara benar sangat penting agar ibadah tetap sah dan tidak sia-sia.
Banyak perkara yang sering dianggap membatalkan puasa, padahal sebenarnya dibolehkan selama memenuhi syarat yang ditetapkan dalam syariat.
Dengan memahami dalil dan penjelasan ulama, umat Muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.(*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani