Jawa Pos Radar Lawu - Selain puasa, adakah amalan prioritas di bulan Ramadhan yang sebaiknya dimaksimalkan umat Islam?
Pertanyaan ini penting, terutama agar ibadah selama bulan suci tidak menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar bernilai pahala besar dan sesuai tuntutan syariat.
Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh rahmat, pengampunan, dan pengampunan dari api neraka.
Di dalamnya terdapat banyak pintu kebaikan. Namun, para ulama menekankan bahwa seorang muslim tetap perlu menentukan skala prioritas agar energi dan waktu yang terbatas dapat diarahkan pada amalan paling utama.
Berikut ini tujuh amalan prioritas di bulan Ramadhan selain puasa yang direkomendasikan untuk dioptimalkan.
Baca Juga: Tips Tubuh Tetap Sehat saat Puasa Ramadhan, Biar Tetap Menjaga Produktif!
1. Qiyamul Lail (Salat dan Ibadah Malam)
Qiyamul lail menjadi salah satu amalan paling utama di bulan Ramadhan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan:
“Barang siapa menghidupkan malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh harap, maka diampuni dosa yang telah lalu.” (HR.Bukhari No.2009)
Qiyamul lail tidak hanya terbatas pada salat tarawih. Ulama seperti Ibnu Abidin menjelaskan bahwa qiyamul lail mencakup berbagai aktivitas ibadah di malam hari, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, bershalawat, hingga mempelajari ilmu agama.
Momentum malam Ramadhan, khususnya malam terakhir, menjadi waktu mustajab untuk mendekatkan diri kepada Allah.
2. Tilawah Al-Qur'an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Oleh karena itu, memperbanyak tilawah menjadi amalan prioritas.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan:
“Bacalah Al-Qur'an, sebab kelak ia akan datang pada hari berhenti sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR.Muslim No.804)
Bahkan dalam riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW setiap malam Ramadhan untuk menyimak bacaan Al-Qur'an beliau.
Hal ini menunjukkan bahwa memperbanyak tilawah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan bulan lainnya.
Baca Juga: Apa Manfaat Puasa Bagi Anak?
3. Sedekah dan Amal Sosial
Salah satu ciri Rasulullah SAW di bulan Ramadhan adalah meningkatkan kedermawanan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa beliau lebih dermawan daripada angin yang berhembus.
Artinya, sedekah bukan hanya dalam bentuk harta, tetapi juga segala bentuk kebaikan dan manfaat bagi orang lain.
Memberi makan orang berbuka puasa, membantu fakir miskin, hingga mendukung kegiatan sosial menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Imam Asy-Syafi'i bahkan menganjurkan untuk meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadhan karena kebutuhan masyarakat juga meningkat.
4. Umrah di Bulan Ramadan
Bagi yang memiliki kemampuan, umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan luar biasa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan:
“Umrah di bulan Ramadhan bagaikan ibadah haji.” (HR.Bukhari No.1690)
Meski tidak menggugurkan kewajiban haji, keutamaannya sangat besar di sisi Allah.
5. Menjaga Lisan dan Perilaku
Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR.Bukhari No.1804)
Menjauhi ghibah, namimah (adu domba), dusta, dan perbuatan sia-sia adalah bagian penting dari kualitas puasa.
Puasa yang benar juga berarti menahan pendengaran, penglihatan, dan lisan dari dosa.
6. Memperbanyak Doa dan Tobat
Ramadhan adalah bulan doa. Termasuk di sepuluh hari terakhir, yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar-malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia pada sudut malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon.
Oleh karena itu, memperbanyak doa, istighfar, dan taubat menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
7. I'tikaf di Sepuluh Hari Terakhir
Rasulullah SAW senantiasa beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
I'tikaf menjadi momen menyendiri untuk fokus beribadah, menjauh dari kesibukan dunia, dan mengintensifkan doa serta tilawah demi meraih Lailatul Qadar.
Apa Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki satu jawaban tunggal. Amalan terbaik bisa berbeda sesuai kondisi, kapasitas, dan potensi masing-masing individu.
Namun para ulama sepakat bahwa amalan wajib lebih utama daripada amalan sunah. Jangan sampai seseorang sibuk mengejar amalan sunah tetapi melalaikan kewajiban.
Di sisi lain, teladan Nabi menunjukkan pentingnya mengombinasikan berbagai amalan: puasa, salat malam, tilawah, doa, dan sedekah.
Kombinasi inilah yang menjadi paket ibadah paling sempurna di bulan Ramadhan.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa ketika berbagai amal kebaikan berkumpul pada diri seseorang dalam satu hari, maka itu menjadi sebab masuk surga.
Baca Juga: Hindari Minuman Kafein, Ini 5 Tips Puasa Sehat untuk Penderita Asam Lambung
Kesimpulan
Selain puasa, ada banyak amalan prioritas di bulan Ramadhan yang pahalanya berlipat ganda.
Qiyamul lail, tilawah Al-Qur'an, sedekah, menjaga lisan, memperbanyak doa, hingga i'tikaf merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Kunci utamanya bukan hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga menempatkannya sesuai skala prioritas dan melakukannya secara konsisten serta ikhlas.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas iman dan meraih predikat takwa. (*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani