Jawa Pos Radar Lawu - Ramadan bukan alasan untuk tampil kusut dan tak terawat. Banyak perempuan tetap beraktivitas seperti biasa.
Bekerja, kuliah, bertemu klien, hingga menghadiri acara keluarga.
Lalu muncul pertanyaan klasik setiap tahun: apakah memakai make up saat puasa membatalkan ibadah?
Isu ini sering memicu kebingungan, terutama karena kosmetik digunakan di area wajah yang dekat dengan mulut dan hidung.
Untuk menjawabnya, mari pahami dulu prinsip dasar fikih puasa.
Apakah Make Up Membatalkan Puasa?
Dalam hukum Islam, puasa batal jika ada sesuatu yang masuk ke dalam rongga tubuh melalui lubang terbuka seperti mulut, hidung, atau telinga dengan sengaja.
Sementara itu, make up seperti menggunakan bedak, yanci, foundation, eyeliner, maskara, hingga blush on yang digunakan di permukaan kulit.
Artinya, selama tidak ada zat yang masuk dan tertelan secara sengaja, maka puasa tetap sah.
Kosmetik bukan makanan atau minuman, dan tidak dikonsumsi.
Karena itu, pemakaian di bagian luar wajah tidak termasuk pembatal puasa.
Penjelasan Ulama Soal Make Up saat Puasa
Dikutip dari penjelasan yang disampaikan oleh Dr. Ali Ahmed Mashael dari Grand Mufti di Islamic Affairs & Charitable Activities Department Dubai, memakai make up saat berpuasa diperbolehkan karena kosmetik hanya digunakan sebagai hiasan luar dan tidak masuk ke dalam tubuh.
Namun ada catatan penting. Ramadan adalah bulan ibadah dan kesederhanaan. Berhias tetap boleh, tetapi tidak dianjurkan berlebihan hingga melampaui batas kewajaran.
Baca Juga: Udah Tahu Belum? Inilah 4 Alasan Kenapa Pemerintah Tiongkok Batasi Drama Cinta CEO dan Gadis Miskin!
Bagaimana Jika Lipstik atau Lip Gloss Tertelan?
Area bibir memang paling berisiko. Jika lipstik, lip tint, atau lip gloss masuk ke dalam mulut dan tertelan dengan sengaja, maka puasa batal.
Sebaliknya, jika tidak sengaja tertelan dan sulit dihindari, maka puasa tetap sah. Kaidah ini serupa dengan orang yang berkumur lalu tanpa sengaja ada air yang masuk ke tenggorokan.
Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci.
Tips Aman Memakai Make Up saat Puasa
Agar tetap percaya diri tanpa khawatir ibadah terganggu, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Gunakan make up secukupnya, tidak berlebihan.
-
Hindari produk bibir yang terlalu cair atau mudah luntur.
-
Pilih kosmetik tahan lama agar tidak sering touch up.
-
Hindari menjilat atau menggigit bibir setelah memakai lipstik.
-
Niatkan berhias untuk kerapian dan profesionalitas.
Bagi perempuan yang bekerja di lingkungan formal atau ingin tampil rapi di hadapan suami, berhias diperbolehkan selama tidak melanggar batas syariat.
Kesimpulan: Boleh, Asal Tetap Hati-Hati
Memakai make up saat puasa hukumnya boleh dan tidak membatalkan, selama tidak ada zat yang masuk ke rongga tubuh secara sengaja. Kosmetik yang diaplikasikan di bagian luar wajah tidak memengaruhi sahnya puasa.
Tetap jaga niat, jaga batasan, dan jaga kesederhanaan. Ramadan adalah tentang ibadah, bukan sekadar penampilan. Tapi tampil rapi tanpa melanggar aturan? Tentu saja bisa. (fin)
Editor : AA Arsyadani