Jawa Pos Radar Lawu - Banyak muslimah merasa ibadahnya “berkurang” saat haid karena tidak bisa salat dan puasa.
Padahal dalam Islam, haid bukan penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Justru di masa ini, pintu amalan lain terbuka lebar—mulai dari dzikir, istighfar, hingga doa yang penuh harap.
Lalu, apa saja amalan saat haid agar doa dikabulkan? Berikut penjelasan lengkap beserta dalil dan tata caranya.
Keutamaan Dzikir dan Doa saat Haid
1. Tetap Menjaga Kedekatan dengan Allah
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Ayat ini menegaskan bahwa mengingat Allah tidak dibatasi kondisi fisik. Dzikir tetap bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat haid.
2. Doa adalah Ibadah Paling Mulia
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR Tirmidzi)
Artinya, doa tetap bernilai tinggi meskipun dipanjatkan saat haid. Allah Maha Mendengar setiap permohonan hamba-Nya.
3. Istighfar Membuka Jalan Keluar
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Dawud)
Masa haid bisa menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri.
4. Dzikir Menenangkan Hati
Allah Ta’ala berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Perubahan hormon saat haid sering memengaruhi emosi. Dzikir menjadi terapi spiritual yang menenangkan batin.
5. Kalimat Ringan, Pahala Berat
Rasulullah SAW bersabda:
“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah adalah Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Adzim.” (HR Bukhari dan Muslim)
Amalan sederhana ini bisa menjadi ladang pahala besar saat haid. (fin)
Editor : AA Arsyadani