Jawa Pos Radar Lawu - Selama bulan suci Ramadan, umat Islam kerap mendengar istilah qiyamu Ramadan.
Namun, tidak sedikit yang belum memahami secara utuh makna, asal-usul, hingga keutamaan ibadah malam yang satu ini.
Qiyamu Ramadan bukan sekadar salat tarawih, tetapi mencakup seluruh ibadah malam yang dikerjakan selama Ramadan dengan penuh keimanan dan harapan pahala dari Allah SWT.
Lantas, apa arti sebenarnya, bagaimana sejarahnya, dan apa saja keutamaannya?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Arti Qiyamu Ramadan?
Secara bahasa, kata qiyam berasal dari bahasa Arab qama yang berarti “berdiri”. Dalam konteks ibadah, qiyam merujuk pada berdiri untuk menunaikan salat malam.
Adapun qiyamu Ramadan adalah ibadah salat malam yang dilakukan khusus di bulan Ramadan, yang mencakup:
-
Salat Tarawih
-
Salat Witir
-
Salat Tahajud
Dalam kitab Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa qiyamu Ramadan mencakup seluruh ibadah malam di bulan Ramadan, tidak terbatas pada tarawih saja.
Hukum mengerjakannya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan).
Baca Juga: Menjaga Waktu di Bulan Ramadhan: Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Refleksi Ulama tentang Makna Umur
Asal-Usul Penamaan Qiyamu Ramadan
Pada masa Rasulullah SAW, istilah yang digunakan adalah qiyam Ramadan, bukan tarawih.
Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan salat malam Ramadan secara berjamaah beberapa malam, namun kemudian menghentikannya karena khawatir akan diwajibkan kepada umatnya.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Abu Hurairah dan Aisyah.
Setelah Rasulullah wafat, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, salat malam Ramadan mulai dikumpulkan secara berjamaah dengan satu imam, yakni Ubay bin Ka'ab.
Disebut tarawih karena para sahabat beristirahat (raha) setiap dua rakaat akibat panjangnya bacaan.
Keutamaan Qiyamu Ramadan
1. Diampuni Dosa-Dosa yang Telah Lalu
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menegakkan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Hadis ini menjadi dalil utama besarnya keutamaan qiyam Ramadan.
2. Mendapat Derajat Shiddiqin dan Syuhada
Dalam riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, Rasulullah ﷺ menyebut bahwa orang yang menjaga salat, puasa Ramadan, qiyam Ramadan, dan zakat, akan termasuk golongan shiddiqin dan syuhada.
Ini menunjukkan bahwa qiyam Ramadan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
3. Mendapat Keutamaan Lailatul Qadar
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menegakkan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil, dan menurut riwayat sahabat seperti Ubay bin Ka'ab, kemungkinan besar jatuh pada malam ke-27 Ramadan.
Baca Juga: Hukum dan Keutamaan Membaca Amin Setelah Al-Fatihah dalam Salat: Sunnah yang Penuh Pahala
Jumlah Rakaat Qiyamu Ramadan
Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih:
-
8 rakaat + witir
-
20 rakaat + witir
Dalam hadis riwayat Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah dari 11 rakaat (8 + 3 witir).
Namun, para sahabat pada masa Umar bin Khattab juga melaksanakan 20 rakaat secara berjamaah.
Perbedaan ini termasuk perkara ijtihadiyah dan tidak mengurangi keutamaan ibadah. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan.
Waktu Pelaksanaan Qiyamul Lail
Waktu qiyamul lail dimulai setelah salat Isya hingga terbit fajar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah menambah bagi kalian satu salat, yaitu witir. Maka laksanakanlah antara Isya hingga fajar.”
Salat di sepertiga malam terakhir lebih utama, namun jika dikhawatirkan tidak bangun, maka boleh witir di awal malam.
Bacaan dan Tata Cara Qiyam Ramadan
Tidak ada batasan pasti mengenai panjang bacaan. Rasulullah ﷺ terkadang membaca panjang seperti Surah Al-Baqarah, An-Nisa, dan Ali Imran dalam satu rakaat.
Sebagai imam, dianjurkan untuk tidak memberatkan makmum.
Untuk salat witir tiga rakaat, sunnah membaca:
-
Rakaat 1: Al-A’la
-
Rakaat 2: Al-Kafirun
-
Rakaat 3: Al-Ikhlas (boleh ditambah Al-Falaq dan An-Nas)
Baca Juga: Lafadz Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh: Arab, Latin, dan Artinya, Lengkap Penjelasan Hukumnya
Penutup
Qiyamu Ramadan adalah ibadah salat malam yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Ibadah ini mencakup tarawih, witir, dan tahajud yang dilakukan selama bulan Ramadan dengan iman dan harapan pahala.
Keutamaannya sangat besar, mulai dari pengampunan dosa hingga derajat tinggi di sisi Allah SWT.
Perbedaan jumlah rakaat bukanlah sumber perpecahan, karena yang terpenting adalah niat yang tulus dan pelaksanaan sesuai kemampuan.
Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk lebih menghidupkan malam-malamnya dengan qiyam. Wallahu a’lam.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Universitas
Editor : Mizan Ahsani