Jawa Pos Radar Lawu – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
Di antara amalan yang paling sering dilakukan adalah tadarus Al Quran, baik secara individu maupun berjamaah di masjid, musala, maupun rumah.
Tadarus bukan sekedar tradisi tahunan. Lebih dari itu, tadarus adalah bentuk interaksi langsung dengan Al Quran yang mampu menghidupkan malam Ramadhan, menghadirkan ketenangan batin, sekaligus mendatangkan pahala yang berlipat ganda.
Pengertian Tadarus dalam Islam
Secara bahasa, tadarus berasal dari kata “darasa” yang berarti mempelajari atau menelaah.
Dalam konteks ibadah, tadarus merujuk pada aktivitas membaca, memahami, dan mempelajari Al-Quran berulang kali.
Kata tersebut mengikuti wazan tafa'ul yang menunjukkan aktivitas yang dilakukan bersama-sama.
Oleh karena itu, tadarus identik dengan kegiatan membaca Al Quran secara kolektif, saling menyimak, dan memperbaiki bacaan hingga khatam.
Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW melakukan tadarus bersama Malaikat Jibril setiap bulan Ramadan.
Hal ini menunjukkan bahwa tadarus memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan termasuk amalan sunnah yang dianjurkan.
Baca Juga: Tadarus Al Quran Bahasa Isyarat, Pertama Kali di Indonesia, Diikuti 500 Peserta
Tadarus Meriahkan Malam Ramadhan
Malam-malam di bulan Ramadan dikenal sebagai waktu yang penuh berkah. Nabi Muhammad (saw) bersabda:
"Barangsiapa yang menghabiskan malam Ramadan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni." (Sumber: Bukhari dan Muslim)
Tadarus adalah salah satu amalan untuk menghidupkan malam tersebut. Usai salat tarawih, jamaah biasanya membentuk kelompok kecil untuk membaca Al Quran secara bergiliran.
Suasana khidmat dan kebersamaan ini merupakan ciri khas Ramadan di berbagai daerah.
Melalui tadarus, umat Islam tidak hanya membaca, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT.
Pentingnya Membaca Al-Quran di Bulan Ramadhan
1. Pahala Berlipat Ganda
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran, maka ia telah melakukan satu amal kebaikan. Satu amal kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali." (HR. Tirmidhi)
Di bulan Ramadhan, pahala tersebut diyakini semakin dilipatgandakan. Oleh karena itu, tadarus menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal.
2. Menerima Syafaat pada Hari Kiamat
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Al Quran akan datang pada hari ini sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.
Dengan rutin melaksanakan tadarus, seorang Muslim berharap mendapatkan pertolongan pada Hari Kiamat.
3. Hati yang Lebih Tenang dan Percaya Diri
Selain pahala di akhirat, manfaat tadarus juga dirasakan secara psikologis. Membaca Al-Quran dapat membawa ketenangan pikiran, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.
4. Memperdalam Pemahaman Agama
Tadarus bukan hanya membaca, tetapi juga memahami makna ayat-ayatnya. Dengan mempelajari tafsir dan isi Al-Quran, pemahaman Islam meningkat dan kualitas iman menjadi lebih kuat.
5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Ketika dilakukan berjamaah, tadarus menjadi ajang mempererat silaturahmi. Saling menyimak bacaan dan memperbaiki tajwid menciptakan kebersamaan yang memperkuat persaudaraan sesama muslim.
Cara Melakukan Tadarus dengan Benar
Agar tadarus memberikan manfaat maksimal, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Niat yang ikhlas , semata-mata karena Allah SWT.
-
Membaca dengan tartil , sesuai perintah dalam Al Quran agar memperhatikan tajwid dan pelafalan.
-
Memahami makna sebuah ayat tidak hanya melibatkan membaca tetapi juga mempelajari tafsirannya.
-
Konsisten dan berkelanjutan , tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya.
Momentum untuk Mendekatkan Diri kepada Tuhan
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Tadarus adalah praktik yang dapat menyemarakkan malam-malam suci itu dengan cahaya Al-Quran.
Dengan pahala yang berlipat ganda, harapan akan syafaat di Hari Kiamat, dan ketenangan pikiran yang dirasakan, tadarus adalah bentuk ibadah yang sayang untuk dilewatkan.
Bukan hanya sebagai tradisi Ramadan, tetapi juga sebagai kebiasaan seumur hidup untuk meraih berkah di dunia dan akhirat. (*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani