Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

4 Peristiwa Bersejarah di Bulan Rabiul Akhir: Jejak Perjuangan Rasulullah dari Ekspedisi Buhran hingga Pernikahan Utsman bin Affan

AA Arsyadani • Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:15 WIB
Jejak sejarah Islam di bulan Rabiul Akhir, dari ekspedisi militer hingga kisah pernikahan yang istimewa.
Jejak sejarah Islam di bulan Rabiul Akhir, dari ekspedisi militer hingga kisah pernikahan yang istimewa.

Jawa Pos Radar Lawu - Rabiul Akhir atau Rabiuts Tsani adalah bulan keempat dalam kalender Hijriah.

Meski tidak sepopuler Ramadhan, Dzulhijjah, Muharram, atau Rajab, bulan ini menyimpan sejumlah peristiwa penting pada masa Rasulullah.

Dalam berbagai kitab Sirah Nabawiyah, tercatat sedikitnya empat peristiwa besar yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir.

1. Ekspedisi Buhran

Menurut Ar-Rahiqul Makhtum karya Shafiyur Rahman Mubarakfuri (Qatar, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam, 2007: hlm. 245), ekspedisi Buhran terjadi pada Rabiul Akhir tahun ke-3 Hijriah.

Ketika itu, beredar kabar bahwa kabilah Sulaim tengah berkumpul di daerah Buhran, Hijaz, dan berencana menyerang umat Islam.

Rasulullah pun memimpin langsung pasukan Muslim untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

Namun, perang tidak sampai pecah karena pihak musuh melarikan diri saat melihat kekuatan pasukan Muslim.

Rasulullah menetap di Buhran selama satu bulan untuk memastikan kondisi aman sebelum kembali ke Madinah pada bulan Jumadal Ula.

2. Misi Intelijen Zaid bin Haritsah

Masih dalam catatan Mubarakfuri (hlm. 245–246), sebelum meletusnya Perang Uhud, tepatnya pada Rabiul Akhir tahun ke-3 Hijriah, Rasulullah mengutus Zaid bin Haritsah untuk melakukan operasi pengintaian terhadap pihak musuh.

Misi ini menjadi patroli terakhir sekaligus paling sukses sebelum pecahnya Perang Uhud.

Tiga tahun kemudian, pada Rabiul Akhir tahun ke-6 Hijriah, Zaid kembali diutus menuju daerah Jamum, Najd, untuk memantau pergerakan kabilah Bani Sulaim yang dicurigai akan melakukan perlawanan.

Sesampainya di lokasi, ia tidak menemukan pasukan musuh, hanya seorang wanita bernama Halimah yang sempat ditawan, lalu dikembalikan kepada suaminya.

3. Tragedi Dzul Qishah

Dalam Ar-Rahiqul Makhtum (hlm. 322), Mubarakfuri juga mencatat peristiwa tragis pada Rabiul Akhir tahun ke-6 Hijriah.

Rasulullah mengutus Muhammad bin Maslamah bersama sepuluh sahabat ke Dzul Qishah untuk memantau pergerakan kabilah Bani Tsa‘labah.

Namun, keberadaan mereka diketahui dan pasukan kecil itu diserang secara tiba-tiba pada malam hari.

Dalam peristiwa itu, sepuluh sahabat gugur syahid, sementara Muhammad bin Maslamah berhasil selamat.

Tragedi ini menjadi salah satu bukti besarnya risiko dalam menjaga keamanan umat Islam pada masa itu.

4. Pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum

Menurut Al-Hawil Kabir karya Al-Mawardi (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah, 1994: Juz 14, hlm. 31), setelah Ruqayyah binti Muhammad wafat, Utsman bin Affan menikah dengan Ummu Kultsum binti Muhammad.

Dari pernikahan inilah Utsman mendapatkan gelar “Dzun Nurain” (pemilik dua cahaya), karena menjadi satu-satunya sahabat Nabi yang menikahi dua putri Rasulullah.

Disebutkan bahwa akad nikah dilangsungkan pada bulan Rabiul Awwal, sedangkan resepsi pernikahan digelar pada bulan Rabiul Akhir.

Keempat peristiwa ini menunjukkan bahwa bulan Rabiul Akhir menyimpan jejak penting dalam sejarah Islam.

Dari ekspedisi militer, misi intelijen, tragedi perjuangan sahabat, hingga pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum, semuanya menjadi bagian dari perjalanan besar dakwah Rasulullah. Wallahu a‘lam. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#sejarah islam #Rasullulah SAW #Ummu Kultsum #rabiul akhir #Utsman bin Affan