Jawa Pos Radar Lawu - Mimpi buruk seringkali membuat kita terbangun dengan perasaan tidak nyaman, takut, bahkan cemas. Dalam Islam, mimpi buruk disebut sebagai gangguan dari setan.
Namun, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya cara menyikapi mimpi buruk, termasuk doa dan adab yang perlu dilakukan agar tetap dalam perlindungan Allah SWT.
Artikel ini membahas doa ketika mimpi buruk dalam Islam lengkap dalam lafal Arab, latin, dan terjemahannya, serta tata cara menghadapi mimpi buruk sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Kenapa Kita Harus Membaca Doa Saat Mimpi Buruk?
Dalam ajaran Islam, mimpi terbagi menjadi tiga jenis:
1. Mimpi baik yang datang dari Allah,
2. Mimpi buruk dari setan,
3. Mimpi biasa karena pikiran atau pengalaman sehari-hari.
Ketika mengalami mimpi buruk, Islam mengajarkan agar kita tidak panik, melainkan mengikuti adab dan membaca doa mimpi buruk. Ini bertujuan agar kita terlindung dari gangguan setan dan tidak terbawa oleh mimpi yang menakutkan tersebut.
Tata Cara Menyikapi Mimpi Buruk dalam Islam
Berikut adalah tata cara atau adab ketika terbangun dari mimpi buruk menurut hadits shahih:
1. Meludah kecil ke arah kiri sebanyak tiga kali
Tiupan ringan tanpa mengeluarkan air ludah.
2. Membaca Ta’awudz sebanyak tiga kali
A‘ūdzu billāhi minasy-syaitānir-rajīm
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Baca Juga: Hukum dan Adab Ziarah Kubur dalam Islam: Niat, Larangan, dan Tuntunan Rasulullah SAW
3. Mengubah posisi tidur
Jika sebelumnya tidur ke kanan, ubah ke kiri atau sebaliknya.
4. Tidak menceritakan mimpi buruk tersebut kepada orang lain
Agar tidak menimbulkan kecemasan atau prasangka
5. Melanjutkan tidur setelah membaca doa.
Bacaan Doa Ketika Mimpi Buruk
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘amali asy-syayṭān wa sayyi’il-aḥlām
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk.” (fin)
Editor : AA Arsyadani