Jawa Pos Radar Lawu - Awalnya Rasulullah ﷺ melarang ziarah kubur karena khawatir umat kembali ke praktik jahiliyah. Namun setelah keimanan umat menguat, beliau bersabda:
“Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur mengingatkan kalian pada akhirat.”
(HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim)
Ziarah kubur diperbolehkan bagi laki-laki maupun perempuan, selama diniatkan untuk mendoakan ahli kubur, bukan untuk mencari berkah atau pertolongan.
Amalan dan Adab Ziarah Kubur
- Luruskan Niat
Niatkan ziarah untuk mengingat kematian dan mendoakan, bukan untuk meminta berkah. - Ucapkan Salam
Contoh salam dari Rasulullah ﷺ:
"Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin..."
(HR. Muslim) - Lepas Alas Kaki
Berziarah dengan tawadhu. Rasulullah ﷺ menegur yang memakai alas kaki di dekat kuburan. (HR. Abu Dawud) - Menghadap Kiblat Saat Berdoa
Sunnah duduk menghadap kiblat ketika berdoa di pemakaman. (HR. Abu Dawud) - Tidak Duduk atau Injak Kubur
“Lebih baik duduk di atas bara api daripada duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim) - Doakan Ahli Kubur
Bacakan doa dan istighfar untuk mereka sebagaimana Rasulullah ﷺ contohkan. (HR. Muslim)
Baca Juga: Panduan Lengkap Sujud Tilawah: Pengertian, Hukum, Waktu, dan Tata Cara Sesuai Sunnah
Dilarang Meminta kepada Ahli Kubur
Berdoa hanya kepada Allah. Jangan jadikan makam sebagai tempat meminta pertolongan.
“Jangan menyembah sesuatu selain Allah.” (QS. Yunus: 106)
Ziarah Kubur Itu Sunnah, Bukan Ritual Mistis
Ziarah kubur adalah amalan sunnah yang penuh hikmah, selama dilakukan dengan benar. Tujuannya bukan mencari berkah dari makam, melainkan mendoakan dan mengingat kematian.
Jangan sampai ziarah berubah jadi praktik syirik seperti meminta rezeki atau jodoh lewat kuburan. Jaga niat, ikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, dan semoga Allah selalu menjaga akidah kita. (fin)
Editor : AA Arsyadani