Jawa Pos Radar Lawu - Doa qunut saat salat Subuh kerap menjadi topik yang menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Sebagian membacanya setiap hari, sementara yang lain tidak melakukannya sama sekali. Lantas, apakah membaca qunut Subuh itu wajib, sunnah, atau bahkan tidak disyariatkan?
Pengertian Doa Qunut dalam Salat
Secara bahasa, “qunut” memiliki arti tunduk, khusyuk, atau berdiri lama dalam salat. Dalam praktiknya, doa qunut dibaca pada posisi i’tidal (berdiri setelah ruku’) di rakaat kedua salat Subuh. Doa ini termasuk dalam tiga jenis qunut yang dikenal dalam Islam, yakni:
1. Qunut Subuh – Dibaca setiap hari pada salat Subuh
2. Qunut Witir – Dibaca pada akhir bulan Ramadhan
3. Qunut Nazilah – Dibaca saat umat Islam menghadapi musibah besar
Baca Juga: Hukum dan Keutamaan Membaca Amin Setelah Al-Fatihah dalam Salat: Sunnah yang Penuh Pahala
Hukum Qunut Subuh Menurut Empat Mazhab
- Mazhab Syafi’i dan Maliki
Membaca qunut Subuh adalah sunnah muakkad, bahkan dalam mazhab Syafi’i disebut sebagai sunnah ab’adh. Artinya, jika ditinggalkan, dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi. Ulama besar seperti Imam Nawawi menegaskan bahwa qunut Subuh dilakukan secara konsisten oleh Rasulullah SAW dan generasi salaf.
- Mazhab Hanafi dan Hanbali
Kedua mazhab ini tidak menganjurkan membaca qunut Subuh secara rutin. Qunut hanya dilakukan dalam kondisi tertentu seperti saat musibah besar (qunut nazilah).
Dalil Kesunnahan Membaca Qunut Subuh
Dalam al-Fiqh 'ala Madzahib al-Arba’ah karya Abdurrahman al-Jaziri dijelaskan:
“Qunut termasuk sunnah ab’adh. Jika imam atau orang yang salat sendiri meninggalkannya, maka disunnahkan sujud sahwi.”
(al-Fiqh 'ala Madzahib al-Arba’ah, Juz 1, hlm. 704)
Baca Juga: 7 Anime Action dengan Plot Twist Tergila: Awalnya Biasa, Ujungnya Bikin Mindblown!
Keutamaan Membaca Doa Qunut Subuh
1. Memohon Perlindungan dan Petunjuk
Isi qunut mencakup permohonan kepada Allah agar diberikan petunjuk, perlindungan dari keburukan, dan keberkahan dalam hidup.
2. Meningkatkan Kekhusyukan Salat
Doa qunut yang penuh makna membantu menciptakan suasana batin yang lebih khusyuk saat salat Subuh.
3. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Rutin membaca qunut menjadi bentuk mengikuti jejak Rasulullah SAW dan generasi awal umat Islam.
Apakah Qunut Subuh Wajib?
Berdasarkan pendapat mayoritas ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i, hukum membaca qunut saat salat Subuh adalah sunnah muakkad. Bukan kewajiban, namun sangat dianjurkan. Bila tidak dibaca, salat tetap sah dan bisa diganti dengan sujud sahwi. Sementara mazhab lain seperti Hanafi dan Hanbali tidak menyunnahkan praktik ini secara rutin.
Yang terpenting, umat Islam perlu saling menghormati perbedaan pendapat ini dan tetap menjaga kekhusyukan serta kesatuan dalam beribadah. (fin)
Editor : AA Arsyadani