Jawa Pos Radar Lawu - Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data semester I tahun 2024 dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, tercatat bahwa dari 282 juta penduduk Indonesia, sekitar 245 juta jiwa (87,08%) adalah pemeluk agama Islam.
Namun, sebuah fakta mengejutkan datang dari survei Indonesia Moslem Report 2019 oleh Avara Research. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 38,9% umat Islam di Indonesia yang konsisten melaksanakan salat lima waktu setiap hari. Angka ini tentu memantik keprihatinan, mengingat salat merupakan kewajiban utama dalam Islam yang tidak bisa ditawar.
Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya kepatuhan terhadap salat lima waktu di antaranya:
-
Kurangnya pemahaman agama, terutama di kalangan generasi muda urban
-
Tantangan kehidupan modern, seperti kesibukan kerja dan gaya hidup yang serba cepat
-
Minimnya peran lingkungan sosial dan keluarga dalam mendukung kebiasaan ibadah
-
Kurangnya keteladanan dari figur publik atau tokoh masyarakat
Salat Adalah Tiang Agama yang Wajib Ditegakkan
Dalam Islam, salat merupakan rukun Islam kedua yang wajib ditegakkan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan berakal. Salat bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga menjadi cerminan kedekatan seseorang dengan Tuhannya, serta menjadi penjaga moral dalam kehidupan sosial.
Rasulullah SAW bersabda:
"Salat adalah tiang agama. Barang siapa yang mendirikannya, maka ia telah menegakkan agama; dan barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah meruntuhkan agama." (HR. Baihaqi)
Saatnya Introspeksi Diri
Angka 38,9% ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua—baik sebagai individu, keluarga, maupun masyarakat luas. Sudah saatnya kita melakukan introspeksi:
Apakah kita sudah mendirikan salat dengan benar dan konsisten?
Apakah kita sudah menjadi teladan bagi orang di sekitar kita?
Ayo Bangkitkan Spirit Ibadah!
Salat bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan jiwa. Ia adalah penyejuk hati, penolong dalam kesulitan, dan pelindung dari perbuatan tercela. Mari jadikan salat lima waktu sebagai rutinitas yang tak tergantikan, bukan sekadar rutinitas temporer saat butuh saja. (fin)
Editor : AA Arsyadani