Jawa Pos Radar Lawu – Sholat bukan sekadar ritual lima waktu yang wajib dijalankan umat Islam, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT.
Di balik gerakan dan bacaan yang terstruktur, sholat menyimpan makna spiritual yang dalam dan menjadi pondasi kehidupan seorang muslim.
Namun, agar ibadah ini benar-benar sah dan diterima, penting bagi setiap muslim untuk memahami tata cara sholat yang benar—dari niat hingga salam.
Awali dengan Niat dalam Hati
Setiap sholat dimulai dengan niat. Meski cukup dibaca dalam hati, niat ini menjadi penanda bahwa seseorang akan melaksanakan ibadah karena Allah SWT semata. Misalnya untuk sholat Dzuhur, niatnya berbunyi:
“Ushallī fardha al-zhuhri arba‘a raka‘ātin mustaqbilal-qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.”
(Aku niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.)
Takbiratul Ihram dan Posisi Tangan
Langkah selanjutnya adalah takbiratul ihram. Angkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan:
“Allāhu Akbar.”
Kemudian tangan diletakkan di atas dada, dengan tangan kanan di atas tangan kiri. Dari sinilah sholat dimulai secara resmi.
Bacaan Iftitah (Sunnah)
Bacaan ini boleh dibaca sebelum Al-Fatihah, contohnya:
“Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, wa tabārakasmuka, wa ta‘ālā jadduka, wa lā ilāha ghairuka.”
Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek
Surat Al-Fatihah wajib dibaca dalam setiap rakaat. Setelah itu, disunnahkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.
Ruku’: Tunduk dengan Khusyuk
Bungkukkan badan hingga punggung sejajar, letakkan tangan di atas lutut, lalu baca:
“Subhāna rabbiyal ‘azīm.” (3 kali)
I’tidal: Berdiri Tegak Kembali
Bangkit dari ruku’ sambil membaca:
“Sami‘allāhu liman ḥamidah.”
“Rabbanā lakal ḥamd.”
Sujud: Puncak Kepasrahan
Turunkan tubuh hingga dahi menyentuh lantai. Gunakan tujuh anggota tubuh: dahi, dua tangan, dua lutut, dan ujung kaki. Bacaan sujud:
“Subḥāna rabbiyal a‘lā.” (3 kali)
Duduk di Antara Dua Sujud
Duduk sejenak dan bacalah:
“Rabbi-ghfir lī, warḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.”
Lalu lakukan sujud kedua.
Lanjutkan Rakaat Sesuai Jenis Sholat
Bangkit untuk rakaat kedua, dan ulangi proses dari Al-Fatihah. Jika sholatnya 3 atau 4 rakaat (seperti Maghrib, Ashar, Isya, atau Dzuhur), lanjutkan hingga selesai.
Tasyahhud Akhir: Duduk dan Berdoa
Setelah rakaat terakhir, duduk tasyahhud akhir dan bacalah:
“At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibātu...”
Kemudian lanjutkan dengan shalawat kepada Nabi dan doa penutup.
Salam: Penutup Sholat
Akhiri sholat dengan menoleh ke kanan dan kiri sambil membaca:
“Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh.”
Sholat Bukan Sekadar Gerakan, Tapi Hati yang Tunduk
Khusyuk adalah ruh dari sholat. Gerakan yang benar dan bacaan yang tepat adalah syarat sah, tetapi hati yang hadir dan penuh penghayatan adalah yang membuat sholat memberi dampak dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami dan mempraktikkan tata cara sholat secara benar, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah dan lebih baik dalam menjalani kehidupan. (cus/kid)
Editor : Nur Wachid