Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Makna Hari Tasyrik, Larangan Puasa, dan Amalan yang Dianjurkan Selama 3 Hari Setelah Idul Adha

Yunita Tri Desianti • Jumat, 6 Juni 2025 | 02:10 WIB
Hari Tasyrik berlangsung 11–13 Dzulhijjah. Dilarang puasa, tapi dianjurkan berdzikir, berbagi, dan mempererat silaturahmi.
Hari Tasyrik berlangsung 11–13 Dzulhijjah. Dilarang puasa, tapi dianjurkan berdzikir, berbagi, dan mempererat silaturahmi.

Jawa Pos Radar Lawu – Setelah perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam memasuki momen istimewa lainnya yang disebut Hari Tasyrik.

Tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Di tahun 2025, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 7, 8, dan 9 Juni.

Meski sering dianggap sebagai “hari tambahan” setelah Idul Adha, Hari Tasyrik justru memiliki makna mendalam, aturan khusus, dan amalan utama yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Baca Juga: 7 Pantangan Setelah Makan Daging Kambing agar Tidak Kolesterol dan Asam Lambung Naik!

Apa Itu Hari Tasyrik?

Secara bahasa, kata Tasyrik berasal dari bahasa Arab syarraqa, yang berarti menjemur atau mengeringkan di bawah sinar matahari.

Dahulu, pada masa Rasulullah SAW, daging kurban dijemur untuk diawetkan, dan tradisi ini menandai lahirnya istilah Hari Tasyrik.

Dalam konteks ibadah, Hari Tasyrik juga merupakan waktu yang diperbolehkan untuk melanjutkan penyembelihan hewan kurban bagi yang belum sempat melakukannya pada Hari Raya Idul Adha.

Baca Juga: Panduan Lengkap! 5 Doa Berkurban agar Dosa Terampuni dan Kurban Diterima Allah SWT

Kenapa Dilarang Puasa di Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik termasuk hari raya bagi umat Islam. Maka dari itu, Rasulullah SAW secara tegas melarang berpuasa pada hari-hari ini.

Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan:

"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah."

Larangan ini dimaksudkan agar umat Islam menikmati hasil kurban, memperbanyak dzikir, dan merayakan nikmat yang diberikan Allah SWT.

Puasa dilarang agar nuansa kegembiraan dan rasa syukur tetap terasa selama Hari Tasyrik berlangsung.

Baca Juga: Asal-Usul Ketupat Betawi dan Resep Sayur Godok untuk Teman Hidangan Idul Adha!

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Meskipun puasa dilarang, Islam justru mendorong umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan selama Hari Tasyrik:

1. Memperbanyak Dzikir

Bacaan takbir, tahmid, dan tasbih sangat dianjurkan.

Ini adalah momen untuk mengingat dan mengagungkan Allah SWT.

2. Menyembelih Hewan Kurban

Bagi yang belum melaksanakan kurban di tanggal 10 Dzulhijjah, masih ada kesempatan hingga akhir Hari Tasyrik.

3. Bersedekah dan Berbagi Daging Kurban

Hari Tasyrik menjadi waktu tepat untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama dengan membagikan daging kurban kepada mereka yang membutuhkan.

4. Menjalin Silaturahmi

Kunjungi keluarga, tetangga, atau sahabat.

Momentum ini sangat baik untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kasih antarsesama.

Hari Tasyrik bukan sekadar pelengkap dari Idul Adha.

Ia adalah perpanjangan dari makna kurban, penguatan iman, rasa syukur, dan semangat berbagi.

Dengan memahami larangan puasa dan mengamalkan dzikir, sedekah, serta silaturahmi, umat Islam dapat menjalani Hari Tasyrik dengan lebih bermakna dan berkah. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#kurban #hari tasyrik #Hari Tasyrik Idul Adha 2025 #Larangan puasa saat Hari Tasyrik