Jawa Pos Radar Lawu - Hari Raya Idul Adha adalah salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Berbeda dari Idul Fitri, perayaan Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
Perayaan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 10 hingga 13 Dzulhijah.
Namun tahukah kamu?
Selain berkurban, ada beberapa amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh karya Syekh Wahbah Zuhaili, berikut enam amalan yang bisa kamu lakukan agar Idul Adha semakin berkah:
1. Menghidupkan Malam Takbiran
Malam sebelum Idul Adha dikenal sebagai malam takbiran.
Disunahkan untuk mengumandangkan takbir sejak matahari terbenam tanggal 9 Dzulhijah hingga hari Tasyrik (13 Dzulhijah) waktu Ashar.
Takbir ini bertujuan mengagungkan asma Allah atas nikmat dan pengorbanan yang dilakukan.
Baca Juga: Kenapa Sapi Impor Australia Dilarang untuk Kurban Idul Adha? Ini Penjelasannya!
2. Mandi Sunah sebelum Salat Ied
Sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Adha, sangat dianjurkan untuk mandi sunah agar badan lebih bersih dan segar.
Niat mandi Idul Adha adalah:
“Nawaitul-ghusla li ‘idil adha sunnatan lillahi ta’ala"
(Artinya: Saya niat mandi sunah Idul Adha karena Allah Ta’ala)
3. Memakai Pakaian Terbaik
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengenakan pakaian terbaik pada dua hari raya.
Tidak harus baru, namun pilihlah pakaian yang paling bagus dan bersih.
Hadis dari HR Hakim menyebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan memakai pakaian terbaik di hari raya.
Baca Juga: Shock! Banyak Kurban Tapi Ditolak? Ini 5 Kesalahan Fatal yang Bikin Ibadah Idul Adha Kamu Sia-Sia!
4. Menggunakan Wewangian
Selain berpakaian rapi, sunah lainnya adalah memakai parfum atau minyak wangi yang tidak berlebihan.
Hal ini untuk menunjukkan rasa syukur dan semangat dalam menyambut hari besar umat Islam.
Baca Juga: Belum Bisa Kurban Idul Adha? Ini 5 Amalan Rahasia dengan Pahala Setara Nyembelih Seekor Sapi!
5. Tidak Makan sebelum Salat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri yang disunahkan makan sebelum shalat, pada Idul Adha disunahkan untuk tidak makan apa pun sebelum shalat.
Nabi Muhammad SAW baru makan setelah selesai menunaikan shalat Id dan menyembelih kurban (HR. At-Tirmizi).
Baca Juga: 5 Parfum Halal yang Bikin Sholat Makin Khusyuk, Wajib Banget Dipakai Saat Idul Adha!
6. Berangkat Jalan Kaki dan Pulang Lewat Jalan yang Berbeda
Jika memungkinkan, usahakan berangkat ke tempat salat dengan berjalan kaki.
Ini adalah bentuk kesederhanaan dan juga momen silaturahmi.
Dianjurkan pula untuk pulang lewat jalan yang berbeda dari jalan pergi, sesuai sunah Rasulullah SAW (HR. Ibnu Majah).
Menjalankan amalan-amalan sunah saat Idul Adha bukan hanya memperbanyak pahala.
Juga sebagai bukti cinta kita pada tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Semoga kita semua bisa menghidupkan Idul Adha dengan penuh berkah dan kebaikan, serta mendapatkan syafaat di yaumil akhir. Aamiin. (fin)
Editor : AA Arsyadani