Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Medsos Tak Selalu Aman! Ini Doa Rasulullah untuk Menjaga Anak dari Pengaruh Negatif Dunia Digital

AA Arsyadani • Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:55 WIB
Anak-anak perlu mendapatkan perlindungan spiritual dari ancaman kejahatan di era digital.
Anak-anak perlu mendapatkan perlindungan spiritual dari ancaman kejahatan di era digital.

Jawa Pos Radar Madiun - Di era digital yang terus berkembang, ancaman terhadap keselamatan anak-anak kian nyata.

Tak hanya melalui interaksi langsung, bahaya kini juga datang dari ruang virtual, terutama media sosial.

Salah satu ancaman serius yang mengkhawatirkan adalah penyebaran konten menyimpang yang menjurus pada eksploitasi anak, seperti yang terjadi baru-baru ini.

Pada 16 Mei 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas dengan memblokir enam grup Facebook bertema “Fantasi Sedarah”.

Grup-grup ini diketahui memuat konten dewasa yang menyasar anak di bawah umur.

Sebuah bentuk pelanggaran serius terhadap norma hukum, sosial, dan hak-hak anak di Indonesia.

Yang lebih meresahkan, beberapa unggahan dalam grup tersebut berisi narasi fantasi berbahaya yang dapat memicu tindakan predator seksual, atau yang dikenal sebagai pedofilia.

Konten semacam ini tidak hanya merusak moral, tapi juga mengancam keselamatan fisik dan psikis anak-anak kita.

Doa Perlindungan Anak yang Diajarkan Rasulullah

Dalam Islam, menjaga anak-anak dari marabahaya merupakan amanah besar bagi setiap orang tua. Selain langkah preventif dan edukatif, doa menjadi salah satu ikhtiar spiritual paling penting.

Rasulullah saw memberikan contoh nyata dengan mendoakan kedua cucunya, Hasan dan Husain, agar terlindungi dari berbagai bentuk kejahatan.

Baca Juga: Waspada Dampak Hyper Parenting Pada Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Wajib Pahami

Doa tersebut berbunyi:

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan binatang berbisa, serta dari setiap mata yang jahat.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dalam penggunaannya, doa ini dapat disesuaikan dengan jumlah anak yang didoakan. Untuk lebih dari dua anak, kata ganti "kuma" dapat diganti dengan "hum", sehingga lafalnya menjadi:

أُعِيذُهُمْ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memohon perlindungan untuk mereka dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan binatang berbisa, serta dari setiap mata yang jahat.”

Makna Doa yang Dalam dan Relevan di Era Digital

Para ulama klasik menjelaskan bahwa istilah “setan” dalam doa ini merujuk pada makhluk jahat dari kalangan jin, manusia, maupun hewan.

Seperti dijelaskan oleh Ibnu Ruslan As-Syafi’i dan Abdul Haq Ad-Dihlawi, setiap entitas yang memberontak dan menebar kejahatan termasuk dalam kategori ini.

Pelaku pedofilia, baik yang beraksi secara langsung maupun lewat dunia maya, dapat dikategorikan sebagai setan dari kalangan manusia.

Sebab, mereka telah melakukan tindakan keji yang bertentangan dengan ajaran agama dan nilai kemanusiaan.

Gabungkan Ikhtiar Lahir dan Batin

Upaya melindungi anak tidak cukup hanya dengan doa. Orang tua dan masyarakat perlu aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak, memberi edukasi sejak dini, dan mendukung kebijakan pemerintah dalam menindak tegas pelaku kejahatan seksual anak.

Namun, doa tetap menjadi senjata spiritual yang tidak boleh dilupakan.

Doa Nabi ini adalah perisai hati yang melindungi anak-anak kita dari kejahatan yang tak terlihat.

Kejahatan terhadap anak, baik secara fisik, psikologis, maupun digital adalah kenyataan yang harus dihadapi bersama.

Pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus bergerak serempak dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Sebagai Muslim, kita tidak boleh melupakan kekuatan doa, karena hanya Allah-lah penjaga terbaik bagi anak-anak kita.

Semoga anak-anak kita selalu berada dalam lindungan-Nya. Amin. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Kementerian Komdigi #grup facebook fantasi sedarah #bahaya media sosial #perlindungan anak