Jawa Pos Radar Lawu - Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang penuh berkah.
Haji yang mabrur adalah predikat haji yang diterima oleh Allah SWT.
Tanda-tanda haji mabrur dapat terlihat dari perubahan positif dalam diri seseorang setelah kembali dari Tanah Suci.
Perubahan tersebut tidak hanya mencakup peningkatan ibadah.
Melainkan juga perilaku yang lebih baik serta hubungan yang lebih harmonis dengan sesama.
Baca Juga: Haji 2025: Bolehkah Jemaah Membawa Rokok? Simak Aturan Lengkapnya agar Tak Kena Denda di Tanah Suci!
Berikut Tanda-Tanda Haji Mabrur:
1. Meningkatnya Ketaatan dalam Beribadah
Salah satu tanda jelas dari haji mabrur adalah peningkatan ketaatan dalam beribadah.
Setelah menunaikan haji, seorang Muslim akan lebih giat dalam menjalankan kewajiban agama.
Seperti salat, puasa, dan zakat. Ibadah menjadi lebih ikhlas dan penuh penghayatan.
2. Bertambahnya Amal Saleh
Orang yang menunaikan haji mabrur biasanya akan terdorong untuk lebih banyak beramal saleh.
Mereka akan berusaha berbuat baik kepada sesama, seperti membantu orang yang membutuhkan, bersedekah, dan terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.
3. Perilaku yang Lebih Baik dan Jauh dari Maksiat
Setelah menjalani haji mabrur, seseorang cenderung menjadi lebih sabar, rendah hati, dan berhati-hati dalam bertindak.
Mereka menjauhi perbuatan maksiat dan cenderung memperbaiki diri dalam segala aspek kehidupan.
4. Memperlakukan Orang Lain dengan Lebih Baik dan Adil
Salah satu tanda lainnya adalah bagaimana seorang haji mabrur memperlakukan orang lain dengan lebih baik dan adil.
Ini termasuk sikap lebih sabar, berbicara dengan lemah lembut, serta menebarkan kasih sayang dan kebaikan.
Hadis Mengenai Tanda-Tanda Haji Mabrur
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdillah ra., Rasulullah SAW bersabda:
"Haji mabrur tiada balasan lain kecuali surga."
Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa (tanda) mabrurnya?"
Rasulullah SAW menjawab, "Memberikan makan kepada orang lain dan melontarkan ucapan yang baik."
(HR Ahmad, At-Thabarani, Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim)
Hadis ini mengajarkan kita bahwa haji mabrur bukan hanya soal ibadah fisik, tetapi juga tentang perbuatan baik yang kita lakukan setelah kembali dari haji.
Memberikan makan kepada orang lain dan menebarkan salam adalah dua amalan yang menunjukkan apakah haji kita benar-benar diterima oleh Allah SWT. (fin)
Editor : AA Arsyadani