Jawa Pos Radar Lawu - Hari Raya Idul Fitri 1446 H telah tiba, umat Muslim di Indonesia merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Setelah Idul Fitri, terdapat anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Namun, muncul pertanyaan, bolehkah puasa qadha Ramadhan digabung dengan puasa Syawal?
Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Syawal
Baca Juga: Netanyahu Tunjuk Eli Sharvit Sebagai Kepala Shin Bet, Pengganti Ronen Bar Masih Kontroversial
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imam al-Syarqawi dalam karyanya Hasyiyah al-Syarqawi menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa qadha di bulan Syawal tetap akan mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal, meskipun tidak secara sempurna.
“Bila seseorang berpuasa pada Syawal dengan niat qadha, atau selainnya seperti nadzar atau puasa sunnah lain, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal.
Sebab substansi puasa enam hari di bulan Syawal telah dilaksanakan. Tetapi, dia tidak mendapatkan pahalanya dengan sempurna sesuai kriteria yang dituntut (oleh hadits).
Bila ingin mendapat pahala puasa Syawal dengan sempurna, harus dilaksanakan dengan niat khusus puasa enam hari Syawal (tidak digabung dengan yang lain),” (Hasyiyah al-Syarqawi, Juz 1, Hlm 474).
Pendapat ini juga diperkuat oleh al-Ramli dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj, yang menyatakan bahwa menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal tetap sah dan berpahala, namun tidak mendapatkan kesempurnaan pahala seperti puasa Syawal yang dilakukan secara terpisah.
Dimana, hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Syawal adalah diperbolehkan.
Namun, jika ingin memperoleh pahala puasa Syawal secara maksimal, disarankan untuk menyelesaikan qadha terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal memiliki berbagai keutamaan. Berikut beberapa keistimewaannya:
- Menghapus Dosa Selama Setahun
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim:
"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian diikuti enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa satu tahun."
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan luar biasa dalam menambah pahala ibadah dan menghapus dosa.
- Ibadah yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Puasa Syawal adalah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Beliau senantiasa menjalankannya, kecuali dalam kondisi sakit atau terpaksa.
- Manfaat Kesehatan
Penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten seperti puasa Syawal dapat meningkatkan kesehatan tubuh, memperbaiki metabolisme, dan menurunkan risiko penyakit.
- Menyempurnakan Ibadah
Puasa Syawal menjadi pelengkap dari ibadah puasa Ramadhan, memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk terus meningkatkan kualitas ibadahnya.
Menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Syawal diperbolehkan dalam Islam, namun pahala puasa Syawal yang diperoleh tidak sempurna.
Untuk mendapatkan keutamaan penuh, disarankan menyelesaikan qadha terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan enam hari puasa Syawal.
Dengan memahami hukum dan keutamaannya, umat Islam dapat lebih bijak dalam menunaikan ibadah di bulan Syawal. (okta)
Editor : Riana M.