Jawa Pos Radar Lawu - Kata-kata Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin lazim diucapkan oleh masyarakat Indonesia saat lebaran. Lantas, apa sebenarnya arti kata minal aidin wal faizin?
Di Indonesia Lebaran menjadi momen yang spesial bagi umat Islam. Terdapat sejumlah tradisi yang berkembang.
Tradisi tersebut diantaranya bersalam-salaman, berkunjung dari rumah tetangga dan saudara, berbagi makanan ketupat, hingga mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Tak hanya itu, kata-kata ‘Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin’ juga banyak digunakan di ruang publik seperti banner, baliho, kartu ucapan, spanduk atau ucapan lebaran dalam bentuk lainnya.
Arti Minal Aidin Wal Faizin dalam Bahasa Arab
Idiom Minal Aidin Wal Faizin sangat populer di Indonesia menjelang Idul Fitri. Banyak orang menganggap idiom tersebut bermakna ucapan untuk meminta maaf, padahal bukan.
Idiom tersebut juga bertebaran di lini masa media sosial saat Idul Fitri. Bahkan data Google trend menunjukkan jumlah pencarian “minal aidin wal faizin” lebih tinggi dua kali lipat dibanding penelusuran “taqabbalallahu minna wa minkum.”
Ucapan minal aidin wal faizin berasal dari doa sekaligus tahni’ah (greeting) yang terpotong dari veri lengkap
“Ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idin wal fa’izin wal maqbulin, kulla ‘amin wa antum bikhoir.”
Artinya: “Semoga Allah SWT menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (suci, atau berlebaran), dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (Semoga) setiap tahun Anda (selalu) berada dalam kebaikan.”
Jika menilik pada penjelasan di atas, “Minal Aidin Wal Faizin” merupakan kalimat yang berisi mendoakan agar kembali suci, bukan ucapan meminta maaf. Meski demikian, tidak masalah jika masyarakat menggunakan penggalan idiom tersebut.
Ucapan Hari Raya yang Disunnahkan
Melansir laman almanhaj ucapan yang sebaiknya diucapkan ketika hari raya adalah "taqabbalallahu minnaa wa minkum". Kalimat ini memiliki arti "semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian".
Berkata Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam "Al Mahamiliyat" dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair berkata :
Artinya: "Para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)".
Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata: "Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain:
"taqabbalallahu minnaa wa minka". (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid