Jawa Pos Radar Lawu - Setiap tahun pasti ada momen berharga yang terjadi di bulan Ramadhan.
Tak jarang kita mengingat momen Ramadhan di masa kecil yang membuat kita semakin rindu.
Mungkin ada beberapa kegiatan yang tak bisa kita lakukan di Ramadhan kali ini, seperti tarawih berjamaah di masjid, ngabuburit, dan buka puasa bersama.
Ada begitu banyak momen yang membuat mungkin anda tersenyum tipis kala mengenangnya, berikut kita kembali flashback pada masa kecil berikut:
Isi Buku Kegiatan Ramadhan jadi Nostalgia Masa Kecil
Mengisi buku kegiatan Ramadhan merupakan salah satu hal yang tak terlewatkan di masa kecil dulu. Biasanya buku kegiatan Ramadhan ini diwajibkan oleh sekolah pada saat SD dan SMP.
Buku tersebut umumnya berisikan catatan ibadah wajib dan sunnah selama Ramadhan. Selain berpuasa tentunya ada catatan sholat lima waktu, tarawih, dan membaca kitab Al-Qur’an.
Salah satu yang paling berkesan adalah menyimak isi ceramah dan menuliskan rangkumannya di buku kegiatan. Setelah itu pantang pulang sebelum menerima tanda tangan dari Pak Ustaz.
Ikut Pesantren Kilat di sekolah
Selain mengisi buku kegiatan bulan Ramadhan, dulu juga di wajibkan untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diadakan oleh sekolah.
Sesuai dengan namanya pesantren kilat hanya dilaksanakan hanya beberapa hari saja.
Didalam kegiatan tersebut adalah memperdalam Ilmu agama, memahami pentingnya menjalani puasa, dan ibadah lainnya.
Biasanya setelah kegiatan berakhir akan ditutup dengan berbuka puasa lalu dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah.
Keliling Kampung Membangunkan Orang Sahur
Momen yang tak terlupakan dalam bulan Ramadhan ialah ikut keliling membangunkan sahur. Rela bangun sahur lebih awal untuk ikut keliling kompleks atau kampung dan membangunkan sahur.
Bagi anak-anak, maupun remaja, momen ini merupakan hal yang menyenangkan, selain berkeliling bareng teman-teman, anak-anak juga merasa mendapat izin untuk berteriak “sahurr.. sahurr” tanpa takut dimarahi.
Bermain setelah Salat Subuh
Sebagian anak waktu dulu juga menghabiskan waktu libur sekolah dengan bermain. Kegiatan yang tak kalah seru ketika menjelang bulan Ramadhan adalah dengan jalan-jalan setelah sholat subuh.
Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak sepantaran secara beramai-ramai. Untuk rute jalan-jalan biasanya tidak terlalu jauh, hanya sekitar kompleks.
Tidak terlalu lama, jalan-jalan ini biasanya berlangsung hingga matahari terbit, agar tak terlalu melelahkan.
Perang Sarung
Perang sarung merupakan salah satu tradisi Ramadhan zaman dulu yang kini semakin pudar, karena perang sarung ini dapat memicu terjadinya hal yang tak diinginkan, misalnya tawuran antar kampung.
Pernah menjadi fenomenal pada masanya, tradisi ini menjadi permainan andalan anak- anak untuk mengisi waktu menjelang buka puasa, ngabuburit, bahkan setelah sholat tarawih berjamaah.
Bermain Petasan
Pada bulan suci Ramadhan ini tak terlepas dari bermain petasan, bahkan hingga ledakan petasan saat ini mulai jarang terdengar.
Mungkin karena saat ini sudah banyak larangan untuk menyalakan petasan. Ditambah lagi game mobile kini semakin menarik anak-anak ketimbang bermain petasan.
Sangat berbeda dengan zaman dulu, dimana Ramadhan menjadi kesempatan yang suaranya tak jarang membuat orang terkejut bahkan membuat telinga sakit.
Aneka petasan banyak beredar di pasaran, mulai dari petasan cabe rawit, petasan banting, petasan kentut, petasan air mancur, dan petasan gasing.
Bermain Meriam Bambu
Meriam bambu juga banyak dilakukan oleh anak-anak atau remaja. Biasanya kegiatan ini dilakukan saat mengisi waktu menjelang magrib atau ngabuburit, bahkan setelah sholat subuh.
Namun seiring berkembangnya zaman, tradisi meriam bambu kini jarang ditemukan. Meskipun meriam bambu sudah jarang terlihat, kini material untuk membuat meriam pun jadi beragam.
Salah satu bahannya adalah paralon, atau pipa plastik, yang dapat dibeli di toko material.
Itulah sederet tradisi Ramadhan zaman dulu yang semakin memudar. Walaupun tradisi tersebut menyenangkan sekarang hanya tinggal kenangan. (aris-mg-pnm/kid)