Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Isi Buku Ramadan hingga Perang Sarung, Nostalgia 7 Kebiasaan Masa Kecil di Bulan Suci yang Bikin Rindu

Nur Wachid • Senin, 3 Maret 2025 | 21:15 WIB
Membangunkan orang sahur menjadi kebiasaan masa kecil di Bulan Ramadan.
Membangunkan orang sahur menjadi kebiasaan masa kecil di Bulan Ramadan.

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap tahun pasti ada momen berharga yang terjadi di bulan Ramadhan.

Tak jarang kita mengingat momen Ramadhan di masa kecil yang membuat kita semakin rindu.

Mungkin ada beberapa kegiatan yang tak bisa kita lakukan di Ramadhan kali ini, seperti tarawih berjamaah di masjid, ngabuburit, dan buka puasa bersama.

Ada begitu banyak momen yang membuat mungkin anda tersenyum tipis kala mengenangnya, berikut kita kembali flashback pada masa kecil berikut:

Isi Buku Kegiatan Ramadhan jadi Nostalgia Masa Kecil

Mengisi buku kegiatan Ramadhan merupakan salah satu hal yang tak terlewatkan di masa kecil dulu. Biasanya buku kegiatan Ramadhan ini diwajibkan oleh sekolah pada saat SD dan SMP.

Buku tersebut umumnya berisikan catatan ibadah wajib dan sunnah selama Ramadhan. Selain berpuasa tentunya ada catatan sholat lima waktu, tarawih, dan membaca kitab Al-Qur’an.

Salah satu yang paling berkesan adalah menyimak isi ceramah dan menuliskan rangkumannya di buku kegiatan. Setelah itu pantang pulang sebelum menerima tanda tangan dari Pak Ustaz.

Ikut Pesantren Kilat di sekolah

Selain mengisi buku kegiatan bulan Ramadhan, dulu juga di wajibkan untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat yang diadakan oleh sekolah.

Sesuai dengan namanya pesantren kilat hanya dilaksanakan hanya beberapa hari saja.

Baca Juga: Parfum Discontinue? Student Variant Nabila Luxe Perfumery Hadir dengan Kemasan dan Formula Baru, Harga Tetap Terjangkau

Didalam kegiatan tersebut adalah memperdalam Ilmu agama, memahami pentingnya menjalani puasa, dan ibadah lainnya.

Biasanya setelah kegiatan berakhir akan ditutup dengan berbuka puasa lalu dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah.

Keliling Kampung Membangunkan Orang Sahur

Momen yang tak terlupakan dalam bulan Ramadhan ialah ikut keliling membangunkan sahur. Rela bangun sahur lebih awal untuk ikut keliling kompleks atau kampung dan membangunkan sahur.

Bagi anak-anak, maupun remaja, momen ini merupakan hal yang menyenangkan, selain berkeliling bareng teman-teman, anak-anak juga merasa mendapat izin untuk berteriak “sahurr.. sahurr” tanpa takut dimarahi.

Bermain setelah Salat Subuh

Sebagian anak waktu dulu juga menghabiskan waktu libur sekolah dengan bermain. Kegiatan yang tak kalah seru ketika menjelang bulan Ramadhan adalah dengan jalan-jalan setelah sholat subuh.

Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak sepantaran secara beramai-ramai. Untuk rute jalan-jalan biasanya tidak terlalu jauh, hanya sekitar kompleks.

Tidak terlalu lama, jalan-jalan ini biasanya berlangsung hingga matahari terbit, agar tak terlalu melelahkan.

Perang Sarung

Perang sarung merupakan salah satu tradisi Ramadhan zaman dulu yang kini semakin pudar, karena perang sarung ini dapat memicu terjadinya hal yang tak diinginkan, misalnya tawuran antar kampung.

Pernah menjadi fenomenal pada masanya, tradisi ini menjadi permainan andalan anak- anak untuk mengisi waktu menjelang buka puasa, ngabuburit, bahkan setelah sholat tarawih berjamaah.

Bermain Petasan

Pada bulan suci Ramadhan ini tak terlepas dari bermain petasan, bahkan hingga ledakan petasan saat ini mulai jarang terdengar.

Mungkin karena saat ini sudah banyak larangan untuk menyalakan petasan. Ditambah lagi game mobile kini semakin menarik anak-anak ketimbang bermain petasan.

Sangat berbeda dengan zaman dulu, dimana Ramadhan menjadi kesempatan yang suaranya tak jarang membuat orang terkejut bahkan membuat telinga sakit.

Aneka petasan banyak beredar di pasaran, mulai dari petasan cabe rawit, petasan banting, petasan kentut, petasan air mancur, dan petasan gasing.

Bermain Meriam Bambu

Meriam bambu juga banyak dilakukan oleh anak-anak atau remaja. Biasanya kegiatan ini dilakukan saat mengisi waktu menjelang magrib atau ngabuburit, bahkan setelah sholat subuh.

Namun seiring berkembangnya zaman, tradisi meriam bambu kini jarang ditemukan. Meskipun meriam bambu sudah jarang terlihat, kini material untuk membuat meriam pun jadi beragam.

Salah satu bahannya adalah paralon, atau pipa plastik, yang dapat dibeli di toko material.

Itulah sederet tradisi Ramadhan zaman dulu yang semakin memudar. Walaupun tradisi tersebut menyenangkan sekarang hanya tinggal kenangan. (aris-mg-pnm/kid)

BERSIH-BERSIH: Anggota Kodim 0717/Grobogan saat membersihkan eceng gondok di Karamba Kedung Gudel Desa Klambu Kecamatan Klambu.
BERSIH-BERSIH: Anggota Kodim 0717/Grobogan saat membersihkan eceng gondok di Karamba Kedung Gudel Desa Klambu Kecamatan Klambu.
SEMANGAT: Tentara mencabuti eceng gondok yang memenuhi karamba
SEMANGAT: Tentara mencabuti eceng gondok yang memenuhi karamba
Editor : Nur Wachid
#nostalgia #ramadhan #puasa #masa kecil #perang sarung #ramadan